Mie Baso “Abang Besot” Memang Bikin Ketagihan

115

TASIKMALAYA, (KF). –Teknologi sudah berkembang, orang makan Mie Baso bukan cuma cari rasa saja, yang paling penting selfie, ada yang tempatnya yang difoto, ada makanannya yang difoto. Makanya kita harus berkreasi bagaimana caranya agar pelanggan atau konsumen bisa betah, nyaman dengan citra rasa baso yang berbeda.

Demikian yang dikatakan Hj.Ai, pemilik warung Mie Baso “Abang Besot” yang baru empat hari lalu tepatnya Kamis (2/8/2018) membuka usahanya dikawasan Jl Dewi Sartika No.6-A Tawangsari (Dekat Agen Bus Damri) Kota Tasikmalaya.

Sebagai pengusaha baru yang terjun di usaha kuliner Mie Baso, Walaupun sebelumnya hingga kini memiliki usaha katering di Pananjung Rajapolah Kab.Tasikmalaya, Hj.Ai juga memahami bahwa inovasi dalam membuat citra rada Mie Baso adalah kunci menghadapi persaingan usaha yang ketat saat ini.  Apalagi bakso adalah menu rakyat yang bisa ditemui di tiap sudut Kota Tasikmalaya.

Menurutnya, Warung bakso di Kota Tasik ini tidak sendiri, banyak warung bakso lain bereksperimen dengan gaya serupa bahkan berbeda.

Sesuai dengan namanya Mie Baso Abang Besot yang artinya kurang lebih, citra rasa baso nya lengket sehingga para konsumen selalu dibuat ketagihan untuk datang dan berkunjung kembali ketempat ini. Apalagi Baso Abang Besot ini selalu komitmen dengan varian rasanya yang khas, sesuai dengan mottonya “Citra Rasa Moal Robah Kujaman” .

Dengan harga per porsi nya Rp.15 ribu pengunjung akan merasa betah dengan suasana warung baso yang terbilang respentatif. “Konsumen bisa makan dimeja atau lesehan, tinggal memilih saja,” ujar Hj.Ai kepada koran-fakta.com, Minggu (5/8/2018) sore tadi.

Mie Baso Besot ini merupakan salah satu kuliner khas yang identik dengan Tasik. Makanya beberapa menu selain baso, juga terdapat minuman khas tradisional Sunda seperti ea loyang dan es geboy yang dibandrol hanya Rp.5 ribu.

Seberapapun sensasional variannya, adonan bakso dan racikan mie akan selalu menjadi kunci. “Dibikin bentuk baso apapun, jika varian rasanya selau berbeda beda, tetap pengunjung akan kembali ke kuahnya, cita rasa bakso daging nya dan rasa mie nya, harus menjadi peehatian, makanya mie baso kami, dibuat dan diolah sendiri agar citra rasa dan terjaga hygenisnya,” ujarnya.

Mie Baso Abang  Besot tidak buka cabang, dan buka mulai jam 9 pagi hingga jam 21.00 malam.

“Sudah rasanya enak ga eneg, murah dan tempatnya nyaman lagi, pantas saja pengunjungnya tiap hari selalu ramai, rasanya mencoba baso besot jadi ga mau pindah kelain hati,” ujar Mela Melawati (27) wanita asal Paseh Gunung Ceuri itu yang mengaku sejak dibuka warung baso ini hampir setiap hari membawa teman dan saudaranya makan baso besot.

Anda pasti penasaran jika belum pernah mencicipi Mie Baso Abang Besot yang memang rasanya sangat berbeda dengan baso baso lain pada umumnya, dijamin ketahijan. selamat mencoba.

Jurnalis : Tono Efendi
Editor. : Van’s