Muhammadiyah Nilai Pemkab Garut Lemah Koordinasi

222

Foto:Milad Muhammadiyah kabupaten Garut ke 107 di Gedung Pendopo Alun-alun garut
Foto:Milad Muhammadiyah kabupaten Garut ke 107 di Gedung Pendopo Alun-alun garut
KF.Rencana Pengurus Muhammadiyah Kabupaten Garut untuk membangun runah sakit sudah cukup lama, namun belum juga terwujud. Padahal tanah untuk pembangunan rumah sakit telah tersedia. Salah satu kendalanya karena lemahnya koordinasi dari Pemkab Garut.” Khususnya Cabang Buhammadiyah Kecamatan Garut Kota, itu memiliki tanah waka di 72 lokasi dengan total luas sekitar 12.5  hektar.
“ Saya kira tanah seluas itu cukup untuk pembangunan rumah sakit, seperti harapan Pak Wakil Bupati. Tapi permasalahannya, diantaranya tidak ada koordinasi yang baik dari pemerintah, ketika kami mengurus persoalan birokrasinya,” ujar Wakil Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Garut Kota, Dadang Apeng, saat ditemui wartawan di sela acara Milad Muhammadiyah ke 107 di Gedung Pendopo Garut, Minggu (29/11/2016).

Selain permasalahan dengan pemerintah, upaya pendirian Rumah Sakit Muhammadiyah itu, terhambat dengan keinginan para pemberi wakap (Muwakif) yang berbeda.” Permasalahannya adalah nadhir dari para Muwakif, ada yang mewakafkan tanahnya untuk sekolah, ada yang untuk mesjid,” jelas Dadang.
Sementara itu, Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman, yang hadir dalam acara Milad  Muhammadiyah ke 107 Masehi/ 104 Hijriah, mengatakan,  Muhammadiyah sebagai Ormas Islam yang besar, dengan kadernya yang sangat banyak dan asetnya cukup besar. Sehingga memberikan kontribusi yang besar terhadap pembangunan Kabupaten Garut, baik bidang ekonomi, kesehatan dan lainnya.

Helmi berjanji akan mendorong Muhammadiyah Garut untuk mendirikan rumah sakit yang telah direncanakan cukup lama itu. Apalagi lanjut Helmi,  Saat ini di daerahnya sangat memerlukan keberadaan rumah sakit, baik milik pemerintah, swasta dan lembaga lainnya. “ Saya dorong Muhammadiyah untuk memiliki rumah sakit, karena kita masih membutuhkan rumah saki-rumah sakit lain,” ujarnya.
Diungkapkannya, pada Tahun 2017 nanti Pemkab Garut akan membangun rumah sakit di Kecamatan Malangbong, yang tanahnya sudah tersedia. Sementara untuk Kecamatan Limbangan dan Bungbulang, Pemkab Garut masih harus membebaskan lahannya terlebih dahulu, yang juga akan diupayakan pada tahun depan.

Adapun kebutuhan tempat tidur untuk melayani pasien dengan jumlah penduduk sekitar 3 juta orang, yaitu sebanyak 3 ribu tempat tidur.” Pada saat kami dilantik Tahun 2914, itu tercatat ada 1100, kami targetkan sampai Tahun 2016 ini menambah 500 tempat tidur,” tuturnya.

Oleh sebab itu, sambung Helmi, di Milad Muhammadiyah kali ini, Ia berharap Ormas Islam yang didirikan KH. Ahmad Dahlan Tahun 1912 itu, akan menjadi ujung tombak pembangunan Garut yang berkarakter maju.
“ Dengan tema Milad Muhammadiayah kali ini, yakni Membangun Karakter Indonesia Berkemajuan, kalau kita turunkan ke Garut, bearti membangun karakter Garut yang berkemajuan. Saya punya harapan kepada Muhammadiayah untuk menjadi ujung tombak dalam  membangun  karakter  Garut  yang berkemajuan,” ujarnya.
Dalam Milad Muhammadiyah Minggu pagi itu, juga dilaksanakan pelantikan 29 pengurus ranting Muhammadiyah dan 18 ranting Aisyiah (organisasi wanita Muhammadiyah-red). Milad dan pelantikan ke 107 M/104 H itu dihadiri pengurus Muhammadiyah Jawa Barat, Prof. DR. H. Sanusi Uwes, Wakil Ketua PAN Jawa Barat, Enjang Tedi dan tamu undangan lainnya. (Jay).

BAGIKAN