MUI: Prihatin Akan Maraknya Penyakit Masyarakat Di Garut

470
Ketua MUI Kabupaten Garut, Kyai H. Sirojul Munir

KF, -Penyakit masyarakat (pekat) akhir-akhir ini kembali marak terjadi di Garut,  memang sudah sangat memprihatinkan, termasuk meningkatnya penderita HIV/AIDS. Sebelumnya, Bupati Garut Rudy Gunawan mengatakan, prihatin dengan keadan Garut yang telah darurat moral , apalagi atas kejadian miras yang menelan korban jiwa, atas kejadian- kejadian tersebut , Bupati berjanji akan membuat gerakan moral yang rencananya akan ia pimpin sendiri.

Saat ditemui Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kab. Garut, KH. Sirojul Munir mengatakan, “kasus miras, narkoba atau pun WTS, termasuk HIV/AIDS merupakan pukulan berat bagi MUI dan Pemerintah Garut. Pasalnya, kasus tersebut terjadi dan berulang-ulang. Sehingga masyarakat menilai pihak Pemerintah tak serius menangani penyakit masyarakat tersebut. Bahkan, yang terpapar HIV/AIDS belakangan ini dari kalangan ibu rumah tangga,” katanya  kepada wartawan , Rabu (23/11/2016).

Munir menjelaskan ,ini  bukan hanya tanggung jawab pihak Pemerintah saja. Tetapi merupakan tanggung jawab bersama. Arti dari tanggung jawab bersama adalah harus dimulai dari keluarga, lingkungan setempat, pemerintahan terbawah seperti RT, RW, dan juga pihak sekolah, ulama, dan pihak-pihak lainnya.

“Makanya kami menghimbau kepada seluruh masyarakat Garut untuk ikut peduli menangani kasus miras, HIV/AIDS dan lainnya. Caranya banyak, Ya bisa dari keluarga dulu, lingkungan atau sekolah.” ucapnya.

Lebih lanjut Munir mengungkapkan , Apalagi minggu-minggu sebelumnya kembali terjadi kasus miras hingga menelan korban jiwa. Bahkan, aktivitas Wanita Tuna Susila (WTS) pun berkeliaran tak jauh dari rumah dinas Bupati Garut atau berada di kawasan alun-alun lapang Ottoiskandardinata.

“Pak bupati kan bilang merasa prihatin. Kami juga sama merasa prihatin dengan kasus-kasus tersebut, sungguh sangat memalukan dan memprihatinkan, apalagi Garut disebut-sebut Kota Santri,”ungkapnya.(J Wan/Dra R)***

BAGIKAN