Mungkinkah Anak Punk Jadi Korban?

168
Foto:net Anak-anak Fung

Poto: Ilustrasi anak punk

(KF).-Bencana banjir bandang Sungai Cimanuk (20/09) sudah berlalu, puluhan nyawa melayang dan belasan orang masih dinyatakan hilang. Namun, belakangan ini muncul kabar bahwa sejumlah anak Punk yang biasa tidur dibawah jembatan di Jalan Perintis Kemerdekaan kawasan Lapang Kherkop pun disebut-sebut menjadi korban. Hingga saat inipun, kabar miring itu, tidak ada yang dapat membuktikan karena anak-anak Punk tersebut tak jelas identitasnya.

Sementara itu, koordinator anak jalanan Garut, Cucun Suryana mengatakan, tidak tahu pasti soal anak Punk menjadi korban banjir. Pasalnya, mereka tidak termasuk kelompok yang ia tangani.
“Kalau diduga menjadi korban banjir bisa saja terjadi. Karena mereka tinggal dibawah jembatan,” katanya.

Cucun pun menegaskan, kalau anak jalanan yang ia kelola seluruhnya selamat, karena identitas mereka dicatat. “Memang sebagian besar anak-anak jalanan yang saya tangani berada di kawasan yang terkena dampak banjir. Mereka berada di Kampung Cimacan, Sindangheula dan dibantaran Sungai Cimanuk lainnya.

” Alhamdulillah anak-anak mah salamet yang saya tangani jumlah anak jalanan sebanyak 170 orang,” ujar Cucun.

Ditempat terpisah saat ditemui, di kantornya Camat Tarogong Kidul, Hj. Lilis Netti menyebutkan, kalau keberadaan anak jalanan memang sulit didata termasuk anak-anak Punk tersebut. Namun sejauh ini belum ada laporan resmi terkait kabar bahwa anak Punk terbawa banjir.
“Ya kalau laporan resmi memang tidak ada. Memang benar juga setelah kejadian mereka tidak ada di Garut. Tapi apakah mereka itu terbawa banjir atau tidak saya juga kurang tahu.” ujarnya Rabu,(19/10)

Sebagaimana diketahui biasanya belasan anak Punk kerap terlihat berkumpul di sejumlah titik di kawasan Kec. Taragong Kidul, Garut Kota dan Tarogong Kaler. Mereka yang biasa memakai kaos hitam dengan berbagai aksesoris itu kerap nongkrong dibeberapa titik di persimpangan jalan. Kendati sudah beberapa kali di razia Satpol PP tetapi mereka tak merasa jera,” pungkasnya.(J Gunawan)

BAGIKAN