Musik Dangdut Dadakan Sempat Kacaukan Suasana Panggung Seni Budaya TOF 2019 ?

235

Koran-Fakta.com, (KF). – Pengunjung panggung Helaran Tasik Kreatif Seni dan Budaya di Lapang Dadaha, Senin (14/10/2019) malam sempat dikeluhkan penonton yang sedang asyik melihat pertunjukan musik kolaborasi seni tradisional.

Mereka pengunjung panggung seni budaya di kejutkan oleh suara musik dangdut dengan suara sound yang cukup keras menyamai suara sound di panggung seni budaya.

Musik dangdut yang sempat mengacaukan suasana pertunjukan seni musik tradisional yang jaraknya cukup dekat di salah satu stand yang didalamnya terdiri dari pegawai Disperindag Kota Tasikmalaya dan salah satu Camat itu, sempat membuat kecewa pengunjung panggung seni dan budaya, tak terkecuali pengelola panggung.

“Ini kan hari jadi Kota Tasik, panggung Tasik Kreatif Helaran Seni Budaya malam ini seakan dikacaukan oleh alunan musik dangdut yang cukup keras di arahkan ke panggung seni budaya, otomatis pengunjung dan pemain musik disini merasa terganggu dan tak nyaman, ” ujar Yusuf Sopyan SH, kepada koran-fakta.com, Senin (14/10/2019) malam tadi.

Menurut Yusuf, seharusnya pihak yang mengadakan gelaran musik dangdut dadakan itu menghargai para pemain musik seni tradusional dan pengunjung panggung seni budaya, ini bukan mengacaukan suasana sehingga masyarakat pecah kosentrasinya, kata Yusuf.

Bahkan dirinya sempat bertanya dalam hati, apa ini ada persaingan antara EO. Karena yang saya tahu EO untuk pameran stand Tasik Kratif dan acara helaran seni budaya berbeda. EO stand pameran Tasik Kreatif leding sectornya Disperindag sementara EO untuk helaran seni budaya dan pembukaan TOF leeding sectornya Disporabudpar.

Ketika didesak wartawan, apakah kejadian adu Sound semalam bisa dikatakan bentuk persaingan tidak sehat antara EO ? Yusuf enggan berkomentar banyak. Yang jelas perhelatan TOF termasuk helaran Tasik Kreatif didadaha harus sama sama saling menghargai bukan malah bersaing saling menjatuhkan, pungkas Yusuf.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari dua EO yang berbeda, baik dari Ri dan Eng (disperindag) maupun EO Sug (disporabudpar). (Tono Efendi)

Editor: J Wan

BAGIKAN