NU Garut Larang Nahdiyin Demo Ke Jakarta

852
Saat Pertemuan dengan tokoh /perwakilan Oramas Islam

KF,- Pernyataan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaya Purnama, atau Ahok yang dinilai telah melakukan penistaan terhadap agama dan menyakiti hati Umat Islam mengundang reaksi keras dari Umat Muslim. Rencananya Jum’at (04/11) Umat Islam akan melakukan aksi demo besar-besaran di Jakarta, untuk meminta pemerintah memproses Ahok secara hukum terkait pernyataannya mengenai Surat Almaidah ayat 51.

Pengurus Cabang Nahdalatul Ulama (PC NU) Kab. Garut melarang massa Nahdiyin untuk berangkat ke Jakarta pada Jumat (4/11/2016) mendatang. Namun, jika ada yang memaksa untuk ikut ke Jakarta bergabung dengan massa lainnya mendemo Ahok, disarankan jangan membawa-bawa nama NU. Demikian ditegaskan sekretaris PC. NU Kab. Garut, H. Denni Ranggajaya usai acara pertemuan MUI dengan perwakilan Ormas Islam di Pendopo Garut, Senin (31/10/2016).

Menurut Denni, sikap PC NU Garut sudah jelas dan itu berdasarkan intruksi dari Pengurus Besar Nahdalatul Ulama (PB NU) untuk aksi tanggal 4 November tidak boleh ada yang berangkat ke Jakarta, dan tidak boleh ada yang ikut Demo. “Karena masalah Ahok sudah dilimpahkan ke Kepolisian. Intinya kan tegas bahwa Ahok itu harus di proses secara hukum dan sekarang sudah berjalan. Maka kita tidak perlu lagi melakukan aksi pengerahan massa ke Jakarta.” ujarnya.

Akan tetapi, kata Denni, jika ada yang “keukeuh” ingin berangkat ke Jakarta disarankan jangan anarkis dan harus menjaga ketertiban dan keamanan. “Kita hanya dapat menyarankan satu jangan anarkis ke dua harus menjaga keamanan dan ketertiban. Dan yang jelas jangan mengatasnamakan NU, yang berangkat itu person saja.” ucapnya. Jadi, lanjut Denni, kalau ada yang berangkat jangan mengatasnamakan NU atau lembaga. Karena kalau NU sudah jelas tidak boleh ada yang berangkat ke Jakarta. “Pokoknya saya jamin NU dari Garut tidak akan ada yang berangkat.Sikap organisasi sudah jelas dan ini intruksi langsung dari PB NU,” ujarnya.

Ketua MUI Kabupaten Garut, Kyai H. Sirojul Munir
Ketua MUI Kabupaten Garut, Kyai H. Sirojul Munir

Ditemui terpisah, Ketua MUI Kabupaten Garut, Kyai H. Sirojul Munir, mengatakan, pihaknyamendukung langkah MUI pusat yang sudah menyatakan sikap, bahwa perkataan Ahok itu merupakan penistaan agama, dan harus segera ditindaklanjuti dengan penegakan hukum. “Intinya kan disitu. Kalau Mabes Polri tidak cepat menindaklanjutinya akan terjadi dampak sosial yang begitu besar, kalau telat, Ya bahaya. Mungkin Indonesia akan caos lagi. Ini bukan masalah politik, tapi persoalan agama. Intinya umat islam dengan ahok.” ujarnya.

Meski pihaknya menginginkan supaya Umat Islam di Garut tidak berangkat ke Jakarta pada Jum’at lusa. Namun katanya, MUI tidak akan melarang umatnya untuk ikut demo Ahok ke Jakarta.” Walaupun kami menghendaki tidak usah ada yang ke Jakarta pada Tanggal 4 November nanti. Tapi kami dari MUI tidak akan melarang mereka yang akan berangkat ke Jakarta. Dia menyarankan, agar ormas islam dari Garut tidak ada yang berangkat ke Jakarta, asal tertib dan tidak terpancing untuk melakukan hal yang anarkis dan sebagainya, serta harus waspada terhadap penyusup yang akan memperkeruh suasana,” katanya.

Sementara itu, Ketua Front Pembela Islam (FPI) Kabupaten Garut, Ustad Sulaiman, mengaku mendukung sikap MUI yang menyatakan, bahwa pernyataan Ahok sebagai penistaan terhadap agama dan harus diproses hukum. Sedangkan untuk aksi demo Umat Islam di Jakarta pada 4 Nopember lusa, Ustad Sulaiman menyatakan siap berangkat ke Jakarta bersama ratusan anggota FPI Garut.” Untuk Tanggal empat nanti FPI Garut Insya Alloh berangkat,” tandasnya.
Ia berharap kasus penistaan agama oleh Ahok ini, segera diproses sebelum Pilkada DKI Jakarta dilaksanakan.” Harus sekarang diprosesnya,” tegasnya. (Jay).

BAGIKAN