NU Konsisten Menjaga Keutuhan NKRI Dan Pancasila

59

GARUT, ( KF ) – Mayjen TNI (purnawirawan) Aries Supiadin, menilai Nahdatul Ulama (NU) cukup konsisten menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Pancasila. ” Saya memandang sejak sejarah bangsa ini berdiri, NU ini sangat konsisten dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia, dalam menjaga Pancasila. Itu tercermin dari marsnya NU, siapa berani mengancam NKRI, maka akan berhadapan dengan massa NU, ” tuturnya, usai menjadi narasumber pada acara seminar bertema ” Menghadapi ancaman terorisme dalam rangka menjaga keutuhan NKRI” di Kantor PC NU Kabupaten Garut, Jalan Hasan Arif, Sabtu (14/10/2017).

Supiadin pun menilai seminar yang diselenggarakan PC NU Garut itu sangat bagus, dan patut diapresiasi. ” Saya kira konsistensi NU ini patut diapresiasi. Makanya saya hadir ke sini untuk memberikan penjelasan bagaimana menghadapi ancaman terorisme. Oleh karena itu, saya berharap seluruh warga NU bisa menghadapi terorisme, ” kata Anggota DPR RI dari Partai Nasdem itu.

Narasumber lainnya, yang juga pimpinan Pondok Pesantren Fauzan, Kecamatan Sukaresmi, KH. Abdul Mujib, mengatakan, terorisme itu bisa menghancurkan agama dan negara, karena aksi mereka senantiasa mengatasnamakan agama.” Terorisme itu bukan refresentasi dari umat Islam yang mengamalkan ajaran Islam. Tapi terorisme ini paham yang merusak dan membahayakan agama dan negara. Oleh karena itu, peserta seminar yang terdiri dari santri dan ulama ini, harus faham dan tahu cara mengatasi terorisme ini, ” ujar kyai yang akrab disebut Ceng Mujib ini.

Mujib juga mengatakan, di Wilayah Garut ini banyak kelompok yang menganut faham, atau ajaran yang sama dengan fham komplotan teroris. Sehingga banyak teroris yang bersembunyi di Garut, karena merasa memiliki banyak kawan yang bisa melindungi. ” Harap diketahui, faham, ajaran teroris itu ciri-cirinya, yaitu mengkafirkan orang lain yang tidak sefaham dengan kelomppknya. Mereka menganggap pemerintahan kita ini togut, dan Pancasila itu murtad. Di Garut ini banyak sekali yang memiliki faham seperti itu. Bahkan di internal Pemda juga banyak yang memiliki keyakinan seperti itu. Maka jika bupatinya tidak respon terhadap permasalahan ini, bukan hanya akang menjadi sarang teroris, tapi juga akan dibom oleh mereka, ” imbuhnya.

Mujib mengaku setuju dengan lahirnya Perpu keormasan, dengan catatan implementasinya tidak membabi buta. ” Selama tidak membabi buta dan bukan didasari dendam, serta lebih selektif, saya setuju. Bahkan undang-undang teroris harus segera diterbitkan, ” pungkasnya. (Jay).

BAGIKAN