Om Telolet Om, Di Garut Tidak Akan Di Razia

176

Foto: net
Foto: net
KF.-Kepala Dinas Perhubungan Kab. Garut, Wahyudijaya mengaku, belum ada rencana untuk menertibkan atau merazia bus yang menggunakan klakson Telolet. Menurutnya, klakson telolet atau yang lebih dikenal dengan ucapan om telolet om hanya sebagai fenomena saja atau kreatifias dari masyarakat. Dan fenomena itu, kata Wahyu, diprediksi tidak akan berlangsung lama, apalagi masyarakat Garut tidak begitu antusias terhadap om telolet om secara langsung di jalanan. “Kalau pun ada hanya di jalur-jalur tertentu yang dilintasi bis antar provinsi, mungkin saja di jalur Malangbong-Limbangan,” katanya, Senin (26/12/2016) Lalu.

Wahyu mengatakan, belakangan ini Om telolet om sudah menyebar kesemua lapisan masyarakat melalui media sosial (medsos). Berita itu menceritakan hiburan murah meriah bagi masyarakat yang setia menunggu setiap bus yang lewat, lalu mereka menyuruh kepada sang sopir untuk menekan klakson yang bunyinya seperti telolet. “Di Garut sendiri tidak semua bis menggunakan klakson yang berbunyi seperti itu.” ucapnya. Oleh karena itu, Wahyu menegaskan, meskipun klakson telolet itu melanggar aturan tetapi pihaknya belum ada rencana untuk menertibkannya. Kalau inisiatif penertiban ke arah itu sudah ada. Lihat saja perkembangannya ke depan seperti apa. “Aturan klakson itu kan sudah ada, dan diukur pada tingkat kebisingan. Ada larangan lokasi tertentu klakson dilarang dibunyikan secara keras, yaitu di kawasan sekolah dan rumah ibadah, ada pula aturan kebisingan suara, termasuk suara klakson, dan lainnya,” kata Wahyu didampingi Kepala seksi bidang lalin Dishub Garut, Ujang Suryana.

Sebagaimana kita ketahui, dengan mengklik Telolet di youtube, akan langsung muncul tampilan antusiasme warga dari anak-anak sampai orang dewasa yang sengaja membawa kertas bertuliskan Om Telolet Om, atau mereka yang sengaja berdiri di sepanjang jalan secara berkelompok, ibu jarinya bergerak-gerak menempel kepalan empat jari mirip simbol untuk menekan klakson. Ada juga mereka yang sengaja menari-nari saat bus itu menyalakan klakson tambahan dari mobil bus yang nadanya panjang bahkan bernadakan lagu dangdut. Bahkan, kata Wahyu di Padang Sumatera Barat lain lagi ceritanya, klakson disana berbunyi nyanyian khas Padang. Wahyu menilai, kejadian luar biasa ini merupakan pemandangan dari potret masyarakat yang haus akan hiburan. Fenomena menarik ditengah masyarakat yang bermula dari media sosial ini memang mengasyikan pula, tetapi kalau dilakukannya dengan salah bisa celaka juga. “Misalnya begini, bis di cegat ditengah jalan lalu sang sopir disuruh menekan klaskson, selanjutnya warga menari. Nah itu kan menganggu ketertiban umum. Dan asal mula telolet ini juga banyak ceritanya, ada yang menyebut dari timur tengah, ada pula dari negara amerika latin. Namun yang pasti di Garut tidak seperti di daerah lain pengaruhnya,” ujarnya. (dra R)

BAGIKAN