Paguron Raksa Bumi Padjajaran Selalu Dikunjungi Wisatawan Asing

73

BANDUNG, (KF).- Pencak silat merupakan budaya milik bangsa indonesia kini sudah termaksur didunia yang memiliki khas seni beladiri tersendiri, gerakan fostur tubuh yang lentur mampu mengimbangi irama musik kendang dan tiupan terompet sehingga menjadi lirikan wisatawan asing yang berkunjung untuk menyaksikan pertunjukan seni beladiri pencak silat ditanah air.

Seperti halnya salahsatu paguron pencak silat yang selalu dikunjungi oleh wisata asing yakni paguron raksa buana padjajaran yang terletak di Ranca Loa RW. 03/ RT. 05, Kelurahan Cipamokolan, Kecamatan Rancasari Kota Bandung.

Tana Guru besar padepokan raksa buana padjajaran kepada Koran- Fakta.com, kamis (18/7/2019) lewat telepon selulernya mengatakan bahwasanya setiap bulan padepokan ini selalu dikunjungi oleh wisatawan asing yang banyak jumlahnya tidak tentu.

“Diperkirakan setiap tahunnya kurang lebih mencapai 40 wisatawan asing yang datang, wisatawan tersebut rata-ratanya berasal dari negara belanda. dan belum lama ini wisatawan asing untuk berwisata dan menyaksikan pertujukan yang digelar oleh paguron raksa buana padjajaran”, Paparnya

Masih kata Tana yang kerap dipanggil kisastra bahwa paguron ini belum memiliki tempat berlatih yang layak masih menggunakan lahan rumah milik pribadi yang sempit berukuran 6 Meter x 4 Meter.

“Sementara jumlah murid yang latihan cukup lumayan banyak berjumlah 40 orng yang diperkirakan ideal lahan tanah yang dibutuhkan untuk latihan seluas 20 x 10 M, dan jadwal latihanya sudah rutin satu minggu dua kali pada malam rabu dan malam sabtu”, jelasnya

Terus terang saja lanjut Tana pihaknya sering diberi tawaran latihan dibalai kecamatan atau dibalai kelurahan oleh camat dan lurah. tapi ditolak sebab merasa canggung kecuali sewaktu – waktu dubutuhkan pasti latihan pindah kebalai kecamatan atau kelurahan.

“Oleh karena itu kami berharap uluran tangan pemerintah daerah atau pusat agar dapat membantu kebutuhan kami untuk mengembangkan budaya seni pencaksilat mendatang dan kami sudah ada rencana kedepan bahwa pengiring musik seni pencak silat bukan hanya kendang dan trompet saja akan tetapi ada rampak kohkol yang mengiringi,” Pungkasnya
(Agus suhana)

Editor : Indra Ramdani

BAGIKAN