Paguyuban Seni Budaya Tegalsari Gelar “Ngawangkong Bari Ngaliwet”

58

GARUT, (KF).- Paguyuban Seni Budaya Kampung Tegalsari Desa Langensari Kecamatan Tarogong Kaler bersama Komunitas Budaya Posstheatron, Jum’at sore (21/9), menggelar acara unik yang dikemas dalam diskusi dengan tema “Ngawangkong Bari Ngaliwet”.

Kegiatan dilaksanakan di Aula Gedung Seni Budaya  Padepokan Sobarnas Martawijaya, jalan Cipanas Desa Tegalsari.

Diskusi bertema Membuka-bicarakan (kembali) Ruang Budaya menghadirkan budayawan yang juga wartawan senior H. Usep Romli, Ketua Paguyuban Lingkungan Hidup Kab. Garut Hariono, dan DPMPD (Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa). Dalam kesempatan itu juga turut hadir Sekretaris Kecamatan Tarogong Kaler, Diskominfo, Disparbud, dan inohong budaya, serta kawula muda karangtaruna setempat, dan Ketua FK3I Mia Kurniawan.

H. Usep Romli mengingatkan kembali pentingnya memperhatikan budaya bila kelangsungan hidup ingin terus dijaga seraya mencontohkan ganasnya Sungai Cimanuk setahun lalu. Maka budaya yang semestinya dirawat akan mengembalikan alam seperti dirasakannya zaman dulu. Kondisi alam Garut yang berjuluk Garut Mooi adalah bukti bagaimana hubungan manusia dengan alam terus dijaga.

Ditempat yang sama dikatakan Ketua PLG Hariono mengingatkan agar budaya tetap dijaga, etika bergaul dan bermusyawarah tidak terlepasdari budaya.

“Sila ke-Empat Pancasila sudah mencerminkan etika, sikap, budaya bermusyawarah yang patut kita jaga”, ujarnya. 

Sementara Fahrul selaku ketua Paguyuban mengatakan dengan komunitas seni budaya ini di harapkan bisa menghidupkan seni budaya yang sudah terkesampingkang bahkan mulai lebur termakan zaman. Dengan ‘ngahuripkeun deui’ (menghidupkan lagi), seni budaya di kalangan masyarakat, Kabupaten Garut, yang saat ini, sudah terkikis dengan era globalisasi dan teknologi.

Sementara itu Tedi Sutardi, selaku Ketua Karang Taruna  Desa Tegalsari menuturkan keyakinannya dengan mengembangkan pariwisata berbasis budaya dapat memacu kreatifitas warga desa langensari dengan potensi lokal menuju jenjang yang lebih baik. yang berdampak terhadap perekonomian warga langensari khususnya para pemuda dan pemudi. 

Kegiatan yang dilaksanakan setiap hari jumat setiap bulan di minggu ke 4  merupakan kegiatan rutin Komunitas Budaya, Pungkasnya (J.wan/ Ogi keci)***

BAGIKAN