Pasca Banjir Warga Cijambe Sangat Membutuhkan Alat Penyebrangan Cimanuk

300

KF – Banjir bandang Sungai Cimanuk bukan saja mengakibatkan puluhan orang meninggal dunia dan ratusan kepala keluarga kehilangan tempat tinggal. Akan tetapi amukan Cimanuk juga mampu menghancurkan jembatan gantung yang ada di Kecamatan Karangpawitan. Yakni jembatan gantung di Kp. Cijambe, Desa Sindanglaya, yang merupakan sumbangan dari Negara Swedia, yang diresmikan lima tahun silam.

Jembatan yang ada di Kp. Cijambe tersebut, merupakan akses penting menuju Kecamatan Banyuresmi, yang menjadi alternatif terdekat menuju pusat kota Garut. Akibatnya kini ratusan anak sekolah tak bisa bersekolah, lantaran belum ada perahu karet, atau rakit untuk menyebrangi sungai, yang lebarnya hampir 70 meter.

” Akibat hancurnya jembatan ini, warga yang akan ke pusat kota harus memutar ke Nagrog dulu, yang jaraknya hampir tiga kali lebih jauh. Yang kasihan anak-anak yang sekolah di Banyuresmi, belum bisa sekolah, padahal lagi UTS. Kami sangat memerlukan bantuan perahu karet, atau rakit,” tutur Ketua RW. 07, Dudi Junaedi, Minggu (27/09).

Menurut pria yang lebih dikenal dengan nama Awan itu, bukan saja warganya yang sangat memerlukan alat untuk penyebrangan tersebut. Tapi juga warga dari Kp. tetangga yang bersekolah di Kecamatan Banyuresmi, atau yang hendak bepergian ke pusat kota.

Oleh karena itu, pihaknya berharap adanya perhatian dari pemerintah, atau pihak lain, untuk bisa membantu pengadaan alat transportasi sungai, agar masyarakat nisa beraktifitas seperti biasa. Dirinyapun cukup paham, jika pemerintah tidak akan bisa membangun kembali jembatan dalam waktu singkat.

” Yang penting mah ada alat penyebrangan, karena untuk jembatan memerlukan biaya yang sangat besar dan tidak bisa secepatnya. Kalau bisa lebih cepat, ya itu yang diharapkan,” ujarnya.

Sementara itu, bantuan berupa sembako, atau pakaian terus mengalir dari berbagai pihak, termasuk bantuan yang disalurkan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Garut bekerjasama dengan Taman Satwa Cikembulan dan pengelola Perum Oma Indah Karangpawitan. (Jay).