PC GMNI : Kontribusi Apa Yang Sudah Diberikan Pemkab Garut Untuk Santolo ?

213
Ket Foto: suasana pantai Santolo saat liburan pekan kemarin. (Foto istimewa).

GARUT, (KF).- Sebelumnya, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut menggelar Acara Pelatihan Manajemen Homestay, di ballroom Kasiti, Fave Hotel Jln.Cimanuk, Kecamatan Tarogong kidul. Rabu (19/6/2019).

Hadir dalam kesempatan tersebut bupati Garut, H.Rudy Gunawan serta para tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Garut H.Rudy Gunawan menyinggung terkait
Retribusi wisata yang dikeluarkan oleh pemerintah kabupaten. Bahwa objek wisata yang dikelola oleh Pemkab Garut tentu mengenakan tarif retribusi sebagaimana mestinya terhadap para pengunjung dengan timbal baliknya Pemkab sendiri harus memberikan layanan servis yang baik bagi mereka yang berkenan telah membayar retribusi itu sendiri.

Menanggapi pernyataan Bupati Garut. pengurus cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Garut, Raden Irfan NP balik mempersoalkan terkait retribusi yang dikenakan di beberapa kawasan seperti pantai Cilauteureun Desa Pamalayan Kecamatan Cikelet.

Melalui pers realis yang disampaikan kepada media dirinya menegaskan bahwa jika retribusi itu berdampak pada layanan (servis) wisata, lalu servis apa yang telah diberikan oleh Pemkab kepada pantai Cilauteureun sehingga wisatawan yang berkunjung ke pantai ini merasa terfasilitasi dengan baik.

“Meskipun pembangunan wisata sebagaimana dituangkan dalam Perda Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Daerah (RIPPARDA) Tahun 2013 – 2017 Garut Selatan belum menjadi prioritas utama pembangun wisata, namun dari tahun ke tahun sampai kini 2019, sudah berapa rupiah uang yang dikeruk oleh Pemkab Garut dari pantai Cilauteureun. Sementara fasilitas wisata di pantai Cilauteureun ini bisa dikatakan nihil.” Ujar Raden. Jum’at (21/6/2019) Siang.

Ketika Plt. UPT pantai Santolo, Yana menerangkan bahwa untuk tahun 2019 kali ini, setor Santolo kepada Pemkab Garut sebesar Rp 250 Juta, lantas dari setoran tahun sebelumnya Pemkab sudah membangun fasilitas wisata apa di Santolo.?

Lebih jauh disampaikan, untuk pembuangan sampah. Pengunjung atau masyarakat sekitar masih bingung kemana harus membuangnya.

” Jangankan Untuk buang sampah, untuk buang hajat juga, tidak ada fasilitas umum yang dibuat oleh Pemkab sebagai bentuk layanan dan kenyamanan para pengunjung,” cetusnya

Ia pun, mengutuk keras sikap Bupati Garut yang dianggap sering memberikan pernyataan konyol kepada publik.

“Jelas pernyataan Bupati itu konyol, seolah – olah pemerintah sudah menjamin mutu layanan wisata. Jika yang ia maksud adalah Bagendit, maka terlalu naif Bupati berbicara servis wisata sebagai timbal balik adanya retribusi. Karena dalam kenyataannya masih ada kawasan yang dikeruk keuntungannya tanpa diperhatikan pembangunannya.” Papar Raden.

Ketidak becusan seorang Bupati dalam memimpin daerah, nampak terlihat dari citra daerah yang ia pimpin sendiri terutama dalam mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal dengan sasaran
meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat melalui pengembangan aktifitas ekonomi berbasis kelautan, dan pariwisata sebagaimana dituangkan dalam RPJMD kabupaten Garut tahun 2014-2019. (***)

Editor : Indra Ramdani

BAGIKAN