Pedagang Pasar Ikuti Mitigasi Kebakaran

231
Ket Foto: Saat pelaksanaan pelatihan

GARUT,(KF).- Puluhan pedagang dari sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Garut, mengikuti pelatihan mitigasi bencana dan penanganan kebakaran untuk mengurangi risiko apabila terjadi kebakaran di pasar.

“Kami menggelar kegiatan ini dalam rangka meningkatkan kewaspadaan, termasuk antisipasi dan pencegahan kebakaran,” kata Kepala Bidang Pengelolaan Pasar Dinas Perdagangan, Perindustrian Kabupaten Garut, Ahmad Rhamdani saat sambutan pembukaan Pelatihan Mitigasi Bencana dan Penanganan Kebakaran di Aula LEC, Garut, Rabu (06/09/2016).

Pejabat yang akrab disapa Danu itu, menuturkan, kegiatan tersebut merupakan pertama kali dilaksanakan kerjasama dengan perbankan yang dihadiri peserta yakni pengelola pasar, pengamanan pasar, dan perwakilan pedagang.
Mereka itu, lanjut dia, mendapat materi pelatihan tentang berbagai ancaman bahaya kebakaran, kemudian melakukan simulasi kebakaran untuk mempraktikan cara penanganannya.

“Karena saya yakin tidak semua pedagang termasuk pengelola pasar mengetahui bagaimana jika terjadi kebakaran, termasuk bagaimana cara menggunakan peralatan pemadam api,” kata Rhamdani.

Ia menyebutkan, musim kemarau cukup rawan terjadinya kebakaran, sehingga semua pihak terkait dalam aktivitas pasar tradisional harus meningkatkan kewaspadaannya.
Ia menyebutkan, selama setahun sudah ada tiga kali kebakaran menghanguskan bangunan pasar beserta isi dagangannya dengan kerugian materi miliaran rupiah.
“Persoalan kebakaran ini yang membuat kami prihatin, makanya harus diantisipasi jangan sampai pasar terbakar,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan pelatihan mitigasi bencana kebakaran tidak menggunakan dana dari APBD Pemkab Garut, melainkan dari perusahaan perbankan yang peduli terhadap bahaya kebakaran.
“Kita mengadakan pelatihan ini bukan dari APBD, tetapi ada kepeduliaan dari perbankan, mudah-mudahan acara ini dapat terus dilaksanakan,” harapnya.

Disebutkan Dani, untuk antisifasi kebakaran, pihaknya sudah membuat groundtank di pasar yang direvitalisasi, seperti Pasar Kecamatan Wanaraja, dan Kecamatan Samarang dan sudah ada 15 pasar lainnya yang dipasangi hydran PDAM.” Kalau terjadi kebakaran, mobil, atau petugas kebakaran akan lebih mudah mendapatkan air.

Kepala Regional Bank Danamon Jawa Barat, Pinastika Junia, yang mendukung acara mitigasi tersebut mengatakan, Danamon peduli terhadap pertumbuhan perekonomian pedagang di pasar tradisional Garut, maupun daerah lainnya.
“Kami ingin ciptakan pasar rakyat yang tangguh menghadapi berbagai bencana sebagai salah satu pilar kehidupan,” katanya

Junia menambahkan, sebagai bagian dari bangsa Indonesia, melalui Yayasan Danamon peduli, menjawab berbagai tantangan persoalan yang ada di negeri.’ Yang kami inisiasi pasar aksi nyata untuk menciptakan pasar sebagai rumah ekonomi, yang sehat aman dan nyaman dari bencana,” imbuhnya.

Dikatakan Junia, dari 2015 pasar tradisional yang ada di Indonesia, 300 pasar diantaranya terbakar. (Jay).

BAGIKAN