Pembangunan Rumah Bu Omi Mangkrak

188
Ket foto: Bu Omi (foto oleh: Apih)

Jurnalis: Apih

GARUT, (KF).- PEMBANGUNAN Yang diperuntukan untuk membangun rumah yang tidak layak huni milik Bu Omi, penduduk kampung Ranca Saat, Rt 02/09 Desa Cigagade Kecamatan Limbangan Kabupaten Garut, ternyata sudah 4 hari tidak bisa dilanjutkan alias mangkrak.

Padahal Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna SIK telah menyerahkan titipan bantuan bedah rumah dan Baksos mewakili Kapolda Jabar, Irjen Pol Agung Maryoto, kepada Ibu Omi dan orang tua jompo di Kampung Babakan Ranca Saat pada hari Jum’at (26/1/2018).

Penyerahan bantuan tersebut didampingi Kasat Binmas AKP Poniman SH, Kasi Propam Iptu Aman Rahmat, Kapolsek Limbangan serta jajarannya

Kapolres Garut, Budi Satria Wiguna saat ditemui awak media mengatakan, bantuan tersebut merupakan pemberian dari Kapolda Jawa barat untuk disampaikan kepada ibu Omi, yang saat ini rumahnya tengah dibedah melalui program Polres peduli.

“Ibu Omi yang mendapatkan bantuan Bedah Rumah. Ini bagian dari wujud program promoter Kapolri,” kata AKBP Budi Satria Wiguna

Selain itu juga ada bantuan bingkisan 100 paket untuk diberikan kepada warga masyarakat yang kurang beruntung yang berada diwilayah cigagade.

“Bantuan dari Kapolda ini kami salurkan untuk membantu 100 orang warga tidak mampu, karena itu kami buat kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat kecil,” kata Kapolres Garut

Lebih jauh lagi dikatakan, untuk rumah ibu Omi yang tengah dibedah, sebelumnya telah kami survei terlebih dahulu, setelah kami berkordinasi dengan pemangku wilayah setempat maka program bedah rumah kita kerjakan, dan Kapolda Jabar juga tertarik untuk membantunya

Menurut Kapolres Kegiatan ini akan lakukan secara kontinyu dan dikoordinasikan dengan Pemerintah Kecamatan, tapi melihat kenyataan sekarang di lapangan kelanjutan pembangunan ini pun seperti tidak ada kejelasan.

Ketika diwawancarai Omi menyatakan bahwa dirinya merasa kebingungan dengan situasi seperti ini

“Saya bingung karena tidak tahu harus berbuat apa, karena rumah belum juga jadi dan saya masih harus tinggal di gubug sempit seadanya yang dekat dengan kandang domba, bahkan uang yang dikasih Pak Polisi sebesar Rp.2 juta pun habis dipakai untuk membeli keperluan makan para pekerja dan tukang yang kemarin mengerjakan rumah saya” papar Omi dengan nada sedih

Ket foto : Sebagian Bon material yang diterima Bu Omi.

Senada dengan Omi, Ketua Rukun Warga 09 desa Cigagade, Samsudin (35) menyatakan kebingungannya

“Saya bingung juga karena katanya ada bantuan yang saya dengar Rp.34 juta, tapi sampai saat ini tidak diterima oleh Bu Omi, atau mungkin uang tersebut dibelikan bahan-bahan yang diperlukan untuk pengerjaan bangunan, tapi saya, dan bahkan Bu Omi pun tidak tahu dimana uang tersebut sekarang berada, bahkan kami juga tidak tahu siapa yang akan membayar bon tagihan dari toko matrial dan tukang, yang sampai saat ini belum ada kejelasannya, sehingga pembangunannya terhenti sampai sekarang”. pungkas Samsudin.

Editor: Indra R

BAGIKAN