Pemerintah Harus Berikan Peran Lebih Luas Kepada Santri

165
peringati hari Santri ke-2 di Alun-alun Garut

KF, – Peringatan Hari Santri Nasional (HSN)yang diperingati setiap Tanggal 22 Oktober merupakan momen penting bagi para santri untuk menjunjukan eksistensinya sebagai bagian dari elemen bangsa yang memiliki arti penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Ribuan santri yang datang dari berbagai penjuru Kabupaten Garut, Sabtu (22/10) sudah berkumpul sejak pagi di Lapangan Oto Iskandar Dinata, Alun-alun Kota Garut, untuk memperingati Hari Santri Nasional Tahun 2016.
Ketua Panitia Hari Santri Nasional, yang juga Wakil Sekretaris 1 PC. NU Kabupaten Garut, Hilman Umar Basori, mengatakan HSN tahun ini dijadikan momentum untuk menanamkan nilai-nilai kesantrian kepada masyarakat luas
.” Di Hari Santri Nasional ini, kita tanamkan nilai-nilai kesantrian kepada masyarakat yang lebih luas. Nilai kesantrian itu kan nilai spiritualitas, nilai-nilai agama yang mampu mendekatkan diri kepada Alloh Subhanahuwataala. Dan nilai yang mengandung nilai Islam yang rahmatan lilalamin,” katanya.
Melalui momen HSN ini pula, Hilman berharap kepada pemerintah untuk memberikan peran yang lebih kepada komunitas santri untuk dilibatkan dalam proses pembangunan. “ Kita berharap kepada pemerintah untuk memberikan peran yang kuat kepada santri dalam berbagai macam bidang pembangunan, disertai dengan anggaran dana dari pemerintah,” ujarnya.
Disamping itu, Ketua LP Maarif ini meminta kepada pemerintah untuk tidak membeda-bedakan perlakuan antara pendidikan formal dan non formal keagamaan.” Maaf, Pemerintah kan begitu kuat mendorong pendidikan formal. Padahal pendidikan ahlak itu diajarkan kepada para santri , untuk disebarkan pada pendidikan formal,” tandasnya.
Ditambahkan Hilman, dalam peringatan HSN ini pula, jadikan kesempatan untuk mensosialisasikan bahwa santri itu tidak identik dengan terorisme. Karena di pesantren itu tidak pernah diajarkan kekerasan, apalagi merakit bom.
“ Momen hari santri ini, kita jadikan untuk meluruskan stigma negatif tentang pesantren dan santrinya oleh sebagian kalangan. Ini kan stigma yang dipunculkan oleh orang-orang yang menamakan agama, untuk perjuangan mereka, dengan menyebut jihad fisabilillah, tapi caranya salah,” tuturnya.
Sementara itu Bupati Garut, Rudy Gunawan, mengakun genbira dengan diselenggarakannya hari santri di daerahnya. Dirinya yakin kalangan santri dan pesantrennya senantiasa mengajarkan kebaikan dan memberikan kontribusi cukup besar dalam pembangunan.
“ Kontribusi santri dalam pembangunan ini luar biasa. Kan pembangunan itu bukan hanya fisik, tapi juga ahlak masyarakat dan lainnya. Apalagi Garut ini identik dengan sebutan Kota Santri,” katanya. (Jay).

BAGIKAN