Pemilik Tempat Nyemen Seolah Kucing-kucingan Dengan Satpol PP.

65
Animasi (Net)

GARUT, (KF).- Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kabupaten Garut di kerahkan untuk memastikan semua tempat hiburan malam termasuk rumah makan pada siang hari ditutup selama bulan Ramadan 1440 Hijriah/2019 M, Tidak hanya itu apabila terdapat pedagang yang menjual petasan, maka akan disita guna untuk menghindari hal yang membahayakan dan mengganggu ketertiban. Hal tersebut disampaikan Kasat Pol PP Kabupaten Garut, Drs Hendra Siswara Gumilang MM, usai mengikuti apel pagi di lapangan Setda, Senin (13/05/2019) Pagi

“Sesuai Surat Edaran Bupati melalui Satpol PP dengan wilayah hukumnya juga di bantu dengan kepolisian, dan instansi-instansi terkait maka akan dilakukan pengecekan terhadap tempat hiburan malam maupun rumah makan untuk memastikan sudah tutup, apabila masih ada yang bandel maka akan kita suruh tutup pada saat itu juga,” ujar Hendra kepada awak media.

Dikatakan Kasat Pol PP, pada hari ketujuh ini sudah lakukan Sidak dan selama ini pula pihaknya memastikan semua tempat hiburan maupun rumah makan tutup pada malam dan siang hari. Kemudian, imbuh Kasat, apabila pada bulan Puasa ini ada yang bandel maka akan dilakukan tindakan tegas seperti penutupan ataupun mencabut izinya, cetusnya.

“Kami berharap masyarakat, perangkat kelurahan dan kecamatan, maupun pihak media ikut membantu mensosialisasikan larangan melakukan hal yang mengganggu kenyamanan dan ketertiban Kabupaten Garut selama bulan Ramadan,” pungkas Kasat Pol PP Kabupaten Garut.

Namun ungkapan berbeda disampaikan Jouhendi, salah seorang warga kecamatan Garut kota mengaku masih ada tempat atau warteg yang masih menyediakan makanan untuk mereka yang tidak berpuasa.

“Ah tadi pas ada sidak saya lagi dirumah makan (Tempat nyemen-red) cuman mereka ga tau aja didalamnya ada orang yang makan atau ngopi, karna pemilik warung langsung keluar, dan mengunci warungnya diluar,” cetus ia.

Lanjut ia, harusnya satpol PP itu kalau mau sidak jangan ramai-ramai dulu coba kalau nyamar pake pakaian bebas dulu.

“Ya jelas langsung tutup kalau memang langsung sidak, harusnya investigasi dulu, setelah betul-betul ada baru sidak,” terang pria yang akrab disapa Apih kepad koran-fakta.com, Senin (13 Mei 2019) Siang. (Indra R/G13)

Editor : Van’s

BAGIKAN