Pemkab Boros Disaat Pandemi,  PJs Bupati Tasik Menetap Di Hotel Berbintang

100

Koran-Fakta.com (Kab.Tasikmalaya).- Disaat pandemi wabah Covid-19, dimana pos anggaran di hampir semua dinas dilingkungan Pemkab Tasikmalaya melakukan penghematan anggaran bahkan mengalami pemotongan untuk kepentingan penanggulangan wabah corona,  Pemkab Tasikmalaya malah menghamburkan anggaran untuk tempat tinggal PJs Bupati Tasikmalaya beserta isteri menetap sementara di Hotel Berbintang dikawasan Jl. KH Zaenal Mustofa Kota Tasikmalaya.

Bisa dibayangkan berapa anggaran yang dikeluarkan Pemkab Tasikmalaya perharinya untuk rumah singgah Pjs Bupati di Hotel Berbintang sejak seminggu ini.  Dari informasi yang berhasil diserap wartawan dari berbagai sumber dijelaskan,  walaupun sifatnya sementara menetap di Hotel Berbintang GM dikawasan Jl. HZ Mustofa Kota Tasikmalaya, nantinya akan menempati rumah dinas yang disewa Pemkab di kawasan Perumahan Real Estate Andalusia di kawasan Mangkubumi Kota Tasikmalaya.

Tidak sedikit publik yang mengkritik,  kenapa tidak menggunakan fasilitas Rumah Dinas Pendopo Bupati yang memiliki dua pendopo,  diantaranya di komplek Gebu Singaparna dan Alun alun Kota Tasikmalaya.

“Sementara ini tinggal di Hotel di Kota Tasikmalaya sambil menunggu rumah tinggal sementara yang akan dicarikan oleh Pemkab Tasikmalaya, kenapa saya tidak tinggal di Pendopo mungkin saya kan hanya pejabat bupati sementara, ” ucap Pjs Bupati Tasikmalaya Dr. Hening Widiatmoko, MA kepada koran-fakta.com, Kamis (1/10/2020) kemarin diruang kerjanya.

Terpisah, Pengurus LSM Pemantau Kebijalan Publik (FPKP) Tasikmalaya,  Asep Budi Parjaman menanggapi permasalahan tersebut mengaku prihatin atas sikap Pemkab Tasikmalaya yang dinilai telah menciderai rakyat Yang kini sedang prihatin dan kesusahan dengan adanya wabah Covid 19 yang kini makin terus merangkak naik jumlah korbannya.

“Pemkab tidak bisa ngaji diri,  sudah tahu rakyat sedang susah,  ini malah melakukan pemborosan menetapkan pjs bupati di hotel berbintang. Buat apa Kabupaten Tasikmalaya memiliki 2 pendopo tidak dimanfaatkan. Ini jelas pemborosan dan melukai rakyat Kabupaten Tasikmalaya disaat pandemi seperti ini, ” ucap Aktivis yang dikenal berani dan vokal disaat melakulan aksi unjuk rasa.

Sementara itu,  Sekda Kabupaten Tasikmalaya Drs. H. Muhamad Zein,  saat disambangi wartawan di ruangannya,  tidak berada ditempat.

Begitu pula dengan Kabag Pimpinan TU dan Kabag Umum Setda Kabupaten Tasikmalaya,  saat wartawan mencoba menghubungi melalui Whatss App Staf pribadinya mengatakan tidak berada diruang kerjanya.  ” Pak Kabag TU Barusan ada sebentar pulang dari TMP,  lalu berangkat lagi,”  kata Staff pribadinya,  Jumat (2/10/2020) siang. (Tono Efendi)

Editor:J Wan

BAGIKAN