Pemkab Garut Akan Bangun Rumah Sakit dan 10 Puskesmas

2152

GARUT,(KF),- Wakil Bupati Garut, dr. Helmi Budiman, mengungkapkan, tahun ini Pemkab Garut akan membangun rumah sakit di kawasan Garut Utara, yakni di Kecamatan Malangbong, dengan anggaran sekitar Rp. 50 miliar dan berikutnya akan dibangun pula rumah sakit milik Pemerintah Garut di Kecamatan Limbangan, serta 10 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di beberapa daerah.

” Untuk rumah sakit di Garut Utara itu sudah dianggarkan pada Tahun 2017 ini dan pembebasan tanahnya sudah dilakukan tahun 2016. Nah tahun ini pasti akan mulai, bagaimana rumah sakit ini bisa berdiri. Mohon do’anya saja agar proses lelangnya berjalan lancar, sehingga tidak ada yang ditangguhkan,” ungkap dr. Helmi Budiman, usai menghadiri seminar kesehatan, yang diselenggarakan Forum Komunikasi kesehatan (Forkokes), di Gedung Pendopo Garut, Sabtu (21/01).

Menurut Helmi, pembangunan RSU Malangbong itu diharapkan bisa selesai tahun ini, sehingga tahun depan sudah bisa dipergunakan. Sedangkan pembebasan tanah untuk pendirian RSU Limbangan dan Kecamatan Bungbulang akan dilaksanakan tahun ini.

Helmi pun menerangkan kondisi fisik bangunan tempat-tempat layanan kesehatan, seperti rumah sakit dan puskesmas milik Pemkab Garut mengalami peningkatan yang cukup baik, dibanding awal dirinya dan Rudy Gunawan memimpin Garut.” Alhamdulillah dari segi fisiknya, 75 persen sudah berubah dari master plan nya. Kalau dulu kata kepala dinas, puskesmas yang baik itu baru ada dua, sekarang sudah banyak puskesmas yang lebih nyaman, bersih dan cantik,” tuturnya.

Menurut Helmi, rencana pembangunan tiga rumah sakit dan 10 Puskesmas tersebut, merupakan respon Bupati Garut, Rudy Gunawan atas masukan Helmi dan unsur dinas kesehatan, mengenai kondisi fasilitas layanan kesehatan yang ada.” Setelah saya beri masukan kepada Pak bupati, beliau respek dengan programnya mengutamakan infrastruktur, termasuk infrastruktur kesehatan. Insya Alloh tahun akan dibangun 10 Puskesmas, disamping membangun rumah sakit,” katanya.

Ditambahkannya, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) bidang kesehatan sudah cukup baik, namun IPM ekonomi, dalam hal ini daya beli masyarakat agak terpuruk. Oleh karenanya, sambung Helmi, daya beli masyarakat harus ditingkatkan.

” Dengan perhitungan yang baru, IPM kesehatan meningkat, tetapi daya beli terpurul. Olehkarena itu, daya beli masyarakat harus ditingkatkan, dan IPM kesehatan terus kita dorong. Sebab peningkatan daya beli itu berkaitan dengan produktifitas. Produktifitas itu, tidak terlepas dari tingkat kesehatan masyarakat,” pungkasnya. (Jay).

BAGIKAN