Pemuda Membangun Desa Melalui Kolaborasi Program Volunteering dan Budaya Pemuda Indonesia Dan Korea

255
Ket foto: kreasi mahasiswi Korea

Wartawan : Indra R

GARUT, (KF).-Korean Youth Volunteer Programme (KYVP) di Indonesia telah dilaksanakan sejak tahun 2011, Pelaksanaan KYVP terus berlanjut karena dapat dirasakan dan dilihat manfaatnya secara nyata untuk pemuda dari kedua Negara. Dengan tema “Pemuda Membangun Desa Melalui Kolaborasi Program Volunteering dan Budaya Pemuda Indonesia Dan Korea”.

Dan untuk kesekian kalinya Kabupaten Garut menjadi tujuan program pertukaran pelajar Indonesia dan pelajar Korea.

kegiatan yang sudah berlangsung selama Delapan hari tersebut dilaksanakan di kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut Jawa Barat, yang berakhir pada, Rabu(8/11/2017) dan secara langsung ditutup oleh Bupati Garut, yang diwakili oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Garut, Drs. Kuswendi M.Si dilapang Desa Simpang, Kecamatan Cikajang.

Ket foto: Drs.Kuswendi M.Si Saat memberikan sambutan

Penutupan pelaksanaan Korean Youth Volunteer Programme, tersebut dihadiri langsung oleh Director Gyeonggi-do DO Your Services Center, Mr. Seo Jae bum serta Murdiyah Hayati MM, Projek Officer Indonesia yang juga sekaligus perwakilan dari Kemenpora, turun hadir pula Unsur Forum pimpinan Kecamatan Cikajang, serta beberapa kepala desa dan Kabid Kepemudaan Kusman Maulud, S.Pd, M.Si dan Indra Arica Rahman, SE, MM Kasi Pengembangan Tenaga Keolahragaan, Nicky Eka Dasilva, S.Ip Kasi Kelembagaan dan para staf Kepemudaan Dispora Garut.

Director Gyeonggi-do DO Your Services Center, Mr. Seo Jae bum saat ditemui wartawan, melalui juru bicaranya mengatakan, hal ini merupakan salah satu program anak-anak muda khususnya, mahasiswa dari universitas yang pergi keluar negeri untuk bertukar budaya seperti yang dilakukan dikabupaten Garut.

Menurutnya, selain pontensi alam dikabupaten Garut, Sikap toleransi dan budaya gotong-royong dikabupaten Garut khususnya dikecamatan Cikajang ini sangat mendukung.

“Suasana alam di daerah garut ini sangat mendukung bagi anak-anak Korea untuk bergerak atau beraktivitas, serta budayanyapun cukup senang, bahkan semua menerima nya dengan sangat baik.” Ucap juru bicara Mr. Seo, kepada koran-fakta.com

Lanjut dikatakan, program kegiatan Korean Youth Volunteer Programme (KYVP) 2017 ini, dimulai sejak tahun 2011 dan kegiatan yang dilaksanakan saat ini yang ke-7 kalinya dilakukan dengan melibatkan 85 mahasiswa dari 25 universitas.

Pihaknya berharap sangat tinggi, dari kegiatan Korean Youth Volunteer Programme tersebut, “pertama, persahabatan antara dua negara Korea dan Indonesia makin bertambah dan dipererat, dan kedua sambil mereka melakukan proses, mereka dapat belajar sendiri tentang kehidupan, yang menurutnya baik. Dan tentunya program ini harus terus dijalankan” harapnya.

Ditempat yang sama, Murdiyah Hayati MM, Projek Officer Indonesia mengatakan, program kegiatan yang dilakukan di kecamatan Cikajang ini pertama pihaknya memperoleh rekomendasi dari kementrian pemuda dan olahraga.

“Ketika kami menanyakan wilayah, sesuai dengan kriteria wilayah, saya direkomendasikan untuk membawa mereka ke Cikandang, karena memang kriterianya desa itu bersih, nyaman dan aman dari sisi keamanan. Kriteria yang kedua mereka memiliki pemuda yang seusia, dan kebetulan warga diwilayah ini sangat welcome serta warga Korea pun disini sangat merasa senang,” ujarnya.

Ket : Poto bersama dengan pelajar Korea di Desa Simpang Kec Cikajang Garut

Lanjut dikatakan, Korean Youth Volunteer Programme (KYVP) 2017 ini merupakan program sukarelawan dari pemuda pemudi Korea Selatan dan pemuda pemudi Desa di Indonesia salah satunya di Kabupaten Garut yang berkolaborasi dengan mahasiswa/i Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. KYVP dilaksanakan di lima negara diantaranya Laos, Camboja, Philippine, Vietnam dan Indonesia.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi anak-anak, tidak hanya memberikan teman, kepercayaan diri bagi mereka tapi lebih kepada motivasi pada pemuda desa untuk lebih memperhatikan desanya, kemudian juga lebih termotivasi untuk belajar mengenai negara diluar Indonesia, baik dari sisi budaya juga dari segi pendidikan dan karakter” paparnya.

Sementara Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Garut Drs.Kuswendi M.Si Mengatakan, kegiatan ini merupakan ke 7 kalinya dilakukan, “pertukaran ini bukan dengan Garut melainkan dengan Republik Indonesia, (Negara korea dengan Indonesia) tetapi entah apa yang jelas dari Korea inginnya dikabupaten Garut, dan sudah barang tentu Garut sendiri welcome, karena memang kegiatan-kegiata nya seperti pertukaran budaya, seni, kesehatan kemudian yang lainnya yang sangat bermanfaat khususnya Cikajang yang lima Desa ini, umumnya untuk Kabupaten Garut,” ucapnya

Diakui Drs.Kuswendi mereka para mahasiswa/i Korea memiliki kelebihan, karena mereka berani langsung turun kebawah, ” mereka berani langsung bersentuhan dengan warga desa di Cikajang ini, seperti ikut nembok, sementara kalau mengingat kehidupan mereka tentunya lebih sejahtera, negaranya lebih maju,” cetusnya

Kuswendi berharap, yang namanya pertukaran pelajar itu bisa seimbang, “Saya berharap lah namanya juga pertukaran, dari Korea ke Indonesia dan sebaliknya Indonesia ke Korea, jadi bisa seimbang sehingga bisa betul-betul melihat bahwa dikorea itu seperti itu,” harapnya.

Editor :J.Wan

BAGIKAN