Pendataan Kontrakan Terus Diperketat tingkat Kecamatan

110

Garut,(KF) – Pendataan, sejumlah tempat kontrakan dan kos-kosan dibeberapa Kecamatan akan diintensifkan, karena kos-kosan dan kontrakan masih di indentikan dengan prilaku negatif. Ini semua dalam upaya antisipasi faham radikal, melangar norma agama maupun soaial dan mempersempit ruang gerak pelaku kriminal.

Upaya pendataan ulang kos-kosan diantaranya dilakukan di Kecamatan Tarogong Kidul dan Kecamatan Garut Kota.

Camat Tarogong Kidul, Lilis Netty, mengatakan, pendataan sejumlah kos-kosan dilakukan guna lebih memudahkan pihaknya dalam memantau gerak-gerik orang yang keluar masuk tempat kontrakan.

Keberadaan kos-kosan di daerahnya terbilang paling banyak ketimbang kecamatan lain di Garut. Hampir tiap tahunnya, kos-kosan di Tarogong Kidul cukup menjamur.

“Mengenai jumlah rilnya belum ada, kita masih melakukan pendataan terus, karena jumlahnya banyak sekali,” kata Lilis.

Selain pendataan, pihaknya juga melakukan pengetatan dalam mengeluarkan rekomendasi izin mendirikan bangunan (IMB) untuk kontrakan atau kos-kosan.

“Mayoritas penghuni kos-kosan atau kontrakan itu mahasiswa, karena disini cukup banyak lembaga pendidikan. Ada juga yang bekerja atau berkeluarga, tapi dominan yang sekolah,” ujar Lilis.

Hal serupa juga dilakukan pihak Kecamatan Garut Kota. Camat Garut Kota, Bambang Hafid, mengatakan, tiap pemilik kos-kosan harus rutin melaporkan penghuni kontrakan ke aparat setempat. Hal itu agar tiap orang yang masuk atau keluar bisa terpantau.

“Ini perlu peran kita semua, jumlah kosan banyak, jadi pemilik kos harus inisiatif juga rutin berikan laporan ke aparat setempat. Proses pendataan masih dilakukan,” kata Bambang.

Lanjut Bambang, tempat kos-kosan jangan sampai menyalahi fungsinya. Begitu pun penghuni, agar senantiasa menjaga norma-norma agama, sosial dan hukum yang berlaku. Sehingga hal-hal yang mengarah ke prilaku negatif bisa dicegah dengan terbentuknya lingkungan yang positif,” ujarnya.(J Wan)

BAGIKAN