Penganiayaan Terhadap Muadzin, Guru mengaji Mesjid Agung Pameungpeuk Ternyata Bohong.

151

GARUT,(KF).- Masyarakat di Kecamatan Pameungpeuk digegerkan dengan kejadian tragis yang dialami oleh seorang Marbut yang juga seorang Guru ngaji bernama Uyu Ruhyana, yang diserang dan dikeroyok oleh komplotan orang tidak dikenal, diduga jumlah penyerang sebanyak lima orang dan diantaranya ada yang membawa senjata tajam berupa golok, kejadian yang terjadi di Mesjid Agung Istikomah Alun alun Pameungpeuk, Kecamatan Pameungpeuk Kabupaten Garut ini ternyata rekayasa dari Uyu sendiri, Rabu (28/2).

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Pameungpeuk AKP. Edy Prayitno yang dihubungi via seluler membenarkan kejadian tersebut dan mengatakan bahwa akibat dari kejadian itu menyebabkan keresahan warga sekitar.

Keterangan dari korban bahwa pada pukul 04,30 wib, mulut di ikat memakai sorban,tangan di ikat ke belakang, kepala dipukul dan di bacok memakai golok tetapi hanya kopiahnya yang sobek, serta dipukul pake kursi kepala bagian belakang sebelah kanan, dada diinjak, kaki sebelah kiri diinjak dan tangan kiri di pukul dua kali dan menurut korban pula bahwa para penyerangnya juga menanyakan keberadaan ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Pameungpeukk, H Hasan Basyari”,papar Kapolsek.

Tetapi ketika Polisi melakukan pra rekonstruksi di Tempat Kejadian Perkara (TKP) Hasilnya, Polisi menemukan sejumlah kejanggalan, Untuk penanganan pertama yang dilakukan oleh Polsek Pameungpeuk yakni dengan cara berkoordinasi dengan para tokoh yang ada di Kecamatan Pameungpeuk diantaranya,
Koramil 1119/Pameungpeuk, Ketua MUI Kecamatan Pameungpeuk, serta Tokoh Masyarakat lainnya, untuk penanganan lebih lanjut, korban langsung di bawa ke Puskesmas.

Setelah beredar di media sosial unggahan yang menyatakan seorang marbut Masjid Besar Al-Istiqomah Pameungpeuk, Kabupaten Garut disiksa lima orang tak dikenal. Setelah diselidiki polisi, informasi tersebut ternyata hoax dan rekayasa.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar Kombes Umar Surya Fana, menjelaskan tak lama setelah kabar tersebut ramai diperbincangkan di Medsos, Polisi langsung menyelidikinya.

Tidak ditemukan adanya luka sedikit pun pada tubuh sebagaimana pengakuan korban dibacok oleh pelaku sebanyak lima orang,” kata Umar dalam rilis yang diterima Koran Fakta, Rabu 28 Februari 2018.

Informasi yang dihimpun, marbut yang diketahui bernama Uyu Ruhyana itu mengaku dikeroyok pagi tadi sekitar pukul 04.20 WIB. Umar menjelaskan, polisi dari Polsek Pameungpeuk padahal tengah berada di sekitar lokasi kejadian pada jam tersebut.

Pada jam tersebut Polsek Pameungpeuk melakukan patroli ke TKP dan tidak ditemukan adanya orang di sekitar masjid atau suara dari dalam masjid tersebut,” katanya.

Untuk menyikapi kejanggalan tersebut, sambung Umar, pihaknya kemudian kembali memeriksa Uyu setelah melakukan pra rekonstruksi. Ternyata Uyu mengakui peristiwa tersebut merupakan rekayasa.

Korban mengakui bahwasanya peristiwa tersebut merupakan rekayasa dari korban itu sendiri,” ujar dia.

Kepada polisi, Uyu mengaku nekat melakukan hal tersebut lantaran permasalahan ekonomi. “Motifnya adalah masalah ekonomi, di mana korban selaku marbut masjid tidak ada yang memperhatikan,” katanya.

Dari hasil penyelidikan dan pra rekonstruksi yang digelar hari ini, polisi menyimpulkan jika kejadian yang ramai diperbincangkan di Facebook adalah bohong dan rekayasa.

Penulis: Joe
Editor.: Van’s