Peringati Hari Ibu Kec Tarogong Kaler Gelar Berbagi Perlombaan

190
Ket poto: saat perlombaan tata rias busana dan mik up

KF, – Hari ibu jatuh pada tanggal 22 Desember, setiap tahun di Indonesia selalu merayakan hari ibu dengan berbagai cara. Untuk menghormati dan selalu mengingat jasa ibu kita semua, maka Hari Ibu dijadikan momen berharga bagi anak-anak bangsa untuk selalu merayakan dengan berbagai cara agar yang unik dan berwarna. Seperti kegiatan yang di gelar diaula Kec Tarogong Kaler, Kab Garut yang dihadiri istri Wakil bupati Garut, Hj Hani Firdiani Budiman.

Camat Tarogong Kaler pada Koran-Fakta.com mengatakan, Untuk kegiatan memperingati hari Ibu di tahun 2016 ini kecamatan Tarogong Kaler gelar berbagai perlombaan yang bertempat di aula kecamatan. Kegiatan ini diikuti perwakilan ibu-ibu penggerak PKK dari 12 Desa dan 1 kelurahan yang berada di kec Tarogong Kaler, kata Drs Saefurohman, M.Si di sela kegiatan.

Ini merupakan inovasi yang luar biasa dari penggerak PKK Kecamatan Tarogong Kaler, dalam kegiatan memperingati hari ibu ini ada berbagai perlombaan seperti lomba tata rias busana dengan mik up nya, lomba makanan etnik dan lomba laporan PKK tahunan, kata isteri Wabup Garut dr Helmi Budiman.

Isteri wabup kab Garut, dr hj Hani Firdiani Budiman
Isteri wabup kab Garut, dr hj Hani Firdiani Budiman
Sementara itu Hj Hani menuturkan, makna dari hari ibu ini adalah peran ibu itu sangat banyak selain sebagai mitra suami juga sebagai madrasah yang pertama dan utama bagi anak-anaknya, serta sebagai elemen masyarakat .”yang sangat-sangat penting dimana sebagai benteng pertahanan yang utama pertahanan sebuah keluarga, berbagai macam penyakit di masyarakat itu kan diakibatkan karena roboh dari benteng pertahanan keluarga,”tuturnya.

Lebih jauh Hj Hani mengungkapkan, jadi ibu itu ibarat pondasi dari benteng pertahanan, dia yang menjaga suaminya, menjaga anaknya. Kalau disetiap rumah tangga berjalan dengan baik, Insyaalloh penyakit- penyakit dimasyarakat itu bisa diminalisir,” ungkapnya.

Hj Hani pun menyampaikan harapannya,”untuk semua ibu terutama di kab Garut kembali kerumah dalam artian kembali kerumah itu adalah prioritas utamanya ada dirumah. Artiannya bukan setiap hari 24 jam harus ada di rumah tetapi prioritas dia itu ada dirumah. Salah satu contohnya banyak sekali ibu-ibu yang mayoritasnya itu berada dirumah tetapi tidak dirumah, dia berada di media sosial( medsos), berada di dunia maya sehingga dia tidak ada dirumah. Dan ada juga kegiatan diluar rumah yang mau PKK, berkarir akan tetapi ibu itu ada dirumah dia prioritas utamanya dirumah, dia tau betul kondisi keadaan yang dibutuhkan suami nya dan anak-anaknya, dia tau betul dikontrol dan yang mengendalikan semua,” pungkasnya.(J wan/dra R)

BAGIKAN