Persigar Garut Terpaksa Berangkat Lebih Awal

113

Ket Foto: Pelatih Persigar, Ega Raka Galih dan Ketua Persigar, H. Dadang key Johar Arifin, saat memberikan keterangan kepada wartawan
GARUT, (KF).- Persigar Garut yang sedianya akan bertanding pada Hari Minggu (17/09) melawan Maung Anom Bandung, mendadak harus main pada Sabtu (16/09) melawan PSGJ Cirebon, yang sebelumnya sudah menyatakan mundur dari babak 16 besar Super Liga Jago Bola Pasundan
(Jalapa) Liga 3 PSSI zona Jawa barat 2107.

“Tadi pagi (Jum’at-red) mendadak ada informasi dari Asprov PSSI Jabar, Persigar harus main besok lawan PSGJ. Padahal PSGJ itu sudah menyatakan mundur, makanya terpaksa kita berangkat haru ini,” terang Pengurus Persigar, Heri Dedeng, Jum’at pagi. Persigar Kabupaten Garut akan bertanding di stadion Kuningan, Kabupaten Kuningan mulai
Sabtu (16/9) melawan PSGJ Kabupaten Cirebon.

Persigar Kabupaten Garut yang kini dijuluki tim Maung Sancang Garut, masuk dalam grup K bersama Persikab Kabupaten Bandung, Maung Anon Bandung FC (Persib U 21), dan PSGJ Kabupaten Cirebon. Ketua Persigar Dadang Johar Arifin mengatakan,
kendati timnya kehilangan 4 pemain pilar, karena menerima dua akumulasi kartu kuning, dan dua cedera. Namun dikatakannya, tim asuhan pelati siap tampil penuh untuk merebut tiket ke
babak selanjutnya.

“Kami tak gentar dengan nama bandung. Kami juga pernah tahan imbang Bintang-bintang Persib di Garut. Bola itu bundar, kami siap meladeni nama Persikab dan Maung Anom, apalagi main ditempat netral,” kata Dadang, Rabu (13/9/2017).

Ia menambahkan, dengan segala keterbatasan anak anak siap mengharumkan, dan membela nama Kabupaten Garut untuk bertarung di babak perdelapan final nanti.

Sementara itu, pelatih Persigar asal Karawang, Ega Raka Galih, mengatakan, anak buahnya siap tempur habis-habisan untuk maraih tiket ke babak knok uot (KO) delapan besar.

Ia mengaku, sudah mempersiapkan taktik dan strategi guna menghadapi tim superior asal Kota Bandung, yakni Maung Anom FC. “Kita beberapa kali melakukan simulasi
latihan taktik. Karena kita kehilangan 4 pemain. Tentunya ada perubahan
komposisi dan susunan pemain,” kata mantan pelatih fisik Persija Jakarta itu. Iamengaku, sempat memburu pemain pemain Persikotas. Namun, setelah ditanyakan ke Asprov PSSI Jawa Barat ternyata pemain tersebut tidak boleh bertanding, karena
sebelum bermain di Persikotas, pemain nomor punggung 25 itu sempat bermain pula di Liga 3 membela Cilacap.

“Makanya kita mamfaatkan pemain yang ada, syukur-
syukur besok atau lusa ada pemain tambahan. Kita masih menunggu mantan pemain Persitas Kabupaten Tasik yang main pada tahun 2014. Dan juga menunggu kabar lainnya dari Jakarta.” katanya.

Menurut Ega, anak-anak sekarang ini tambah
motivasi saat diketahui satu grup dengan pemain Bandung. “Kami akan mamfaatkan tempat bertanding di area netral. Dan kami mengharapkan kolektivitas dan motivasi anak anak serta keberuntungan tempat bermain,” ujarnya.

Kabar terakhir yang diterima dari pengurus Persigar, sudah bergabung pemain asal Kabupaten Karawang, Deni, yang berposisi sebagai gelandang serang. (Jay)

BAGIKAN