PERSIGAR Kisruh Di Arena Kongres PSSI

447
H.Dadang Johar Kepala Sekolah SMKN 1

KF,- Kongres PSSI telah berakhir sekitar satu minggu yang lalu, Kongres yang digelar di Ancol, Jakarta Utara, Kamis (10/11) ini menghasilkan ketua baru periode 2016-2020, yaitu Letjen TNI Edy Rahmayadi. Edy adalah Pangkostrad yang juga ketua umum PS TNI, klub sepakbola yang saat ini sedang berkiprah di Torabica Super Championship (TSC). Edy Rahmayadi mengantongi 76 suara dari total 107 suara. Edy Rahmayadi mengungguli saingan terberatnya, Letjen TNI (Purn) Moeldoko.

Walaupun telah selesai dan berlangsung sukses, namun perjalanan kongres tersebut menyisakan masalah bagi 3 persatuan sepakbola yang hadir sebagai pemegang hak suara (voters), yaitu Persigar (Persatuan Sepakbola Indonesia Garut), PS UNI dan Persatuan Sepakbola Tasikmalaya (Persitas). Ketiga persatuan sepakbola tersebut mendapatkan masalah saat mengikuti kongres, karena terdapat mandat ganda bagi ketiga klub tersebut.

ketua , Drs H Dadang Johar Arifin, yang ditemui wartawan usai kongres, mengatakan, pada saat dirinya melakukan registrasi, tidak ada masalah. Namun pada saat menjelang pemilihan ketua, dirinya bersama pengurus lain dipersilahkan untuk keluar ruangan dan menunggu di ruangan lainnya.

“Oleh panitia saya disuruh keluar dan disuruh menunggu dalam sebuah ruangan, hampir satu jam lebih saya menunggu dan tak ada intruksi apapun. Saya menanyakan kepada panitia dan tidak mendapatkan jawaban memuaskan, akhirnya saya memaksa masuk ke ruangan pemilihan. Alangkah kagetnya saya ketika mendapati dua orang mantan pengurus telah duduk di meja Persigar,” terang Dadang.

Dadang menjelaskan kedua mantan pengurus tersebut adalah berinisial DS dan Oy. keduanya adalah mantan pengurus persigar dua periode sebelumnya. Ds yang juga mantan ketua DPRD kabupaten Garut itu, adalah mantan ketua Persigar dua periode lalu. Sebelum ketua Persigar dijabat oleh Dadang Johar Arifin, persigar diketuai oleh H. Yadi dengan Sekretaris Umumnya Agus Joy, Ds menjabat ketua Persigar sebelum Periode H. Yadi.

“Saya kaget melihat kedua orang ini sudah duduk di kursi saya dan rekan saya, mereka kan mantan pengurus yang tidak punya hak apapun dalam kongres ini. Kalaupun mau kesini ya mungkin H. Yadi dan Agus Joy karena mereka menjabat sebelum saya,” ujar Dadang.

Mendapatkan hal ini, Dadang langsung berlari ke depan ruangan kongres.” Saya ambil mic , saya katakan kepada panitia dan peserta kongres bahwa di kursi saya telah duduk dua orang mantan pengurus yang tidak memiliki hak apapun,” katanya.

Ditambahkan Dadang, meski sempat terjadi ketegangan antara dirinya dengan dua mantan pengurus tersebut. Akhirnya bisa selesai, setelah DS keluar ruangan kongres dan Dadang tetap menjadi vooter.

Dadang menjelaskan, dirinya menjadi ketua umum persigar dengan mendapatkan langsung dari Bupati Garut, Rudi Gunawan. Semua proses administratif pelimpahan ketua umum dari periode sebelumnya, yaitu H. Yadi kepada dirinya tidak ada masalah sedikitpun, “Semua berkas Persigar sudah saya pegang, dan saya sah sebagai ketua umum Persigar sampai saat ini,” tandasnya.

Disinggung soal ketidakikutan Persigar di ajang Liga Nusantara yang baru berakhir beberapa pekan lalu. Dadang beralasan, Liga yang dijuarai Persitas Tasik untuk tingkat Jawa Barat, itu dianggap tidak resmi, Sebab kepengurusanpun baru terbentu setelah liga itu selesai.” Liga itu penyelenggaranya bukan PSSI,” pungkasnya.(Jay)

BAGIKAN