Pesan Walikota Tasik kepada Jurnalis Pokja Media Online, “Jangan Tulis Judul Sepotong”

50

Jurnalis : Tono Efendi

Kota Tasikmalaya, (KF)- Jurnalis Media Online di era digital saat ini, harus bisa menyajikan berita berita faktual, utuh dan mendidik. Bukan itu saja, berita berita yang disajikan pun harus bisa dipertanggung jawabkan, karena saat ini masyarakat sudah berbicara kwalitas isi berita dengan tampilan judul yang utuh tidak sepotong sepotong, karena khawatir hal ini bisa membingungkan dan salah tafsir bagi publik atau pembaca.

Hal tersebut disampaikan Walikota Tasikmalaya Drs.H.Budi Budiman dalam paparannya didepan peserta pelatihan para pengurus dan anggota Jurnalis Kelompok Kerja (Pokja) Media Online Tasikmalaya, Kamis (21/12/2017) pagi di Ballroom Aula Dishubkominfo Kota Tasikmalaya.

Lebih lanjut walikota berpesan, agar setiap jurnalis mampu menyampaikan berita secara objektif dan transparan. “Jangan takut untuk mengungkapkan jika itu salah katakan salah, dan ungkapkan jika itu benar”, katanya. Bahkan Walikota Budi menekankan Jurnalis Media Online harus bisa membaca peluang dan tantangan ke depan. Artinya, Media Online mampu menangkap peluang dimana masyarakat kini mulai ada ketergantungan terhadap internet. Disini wartawan harus jeli dan pandai mengisi ruang yang dibutuhkan dan mampu menarik perhatian.

Selain itu, masih kata walikota, tantangan Jurnalis Media Online itu dapat menjangkau dunia, dan sudah tidak berbicara lokal, regional maupun nasional lagi, ujarnya. “Anggota Pokja Media Online yang saat ini sedang mengikuti kegiatan pelatihan Jurnalis dan Raker, harus mampu menyajikan informasi sesuai etika Jurnalis yang tentunya mendidik dan mencerdaskan masyarakat”, harap walikota.

Dalam kesempatan tersebut Dewan Penasehat Pokja Media Online Tasikmalaya, Januar M Rifqi mengakui, bahwa eksistensi wartawan media online yang terhimpun di pokja ini saya amati sudah cukup diakui di Tasikmalaya. Malah diperhitungkan. Bahkan, di beberapa hal, terkadang dipakai sebagai referensi, ucap Januar.

Dalam kesempatan itu, peserta diberikan pemahaman jurnalistik, dengan pemateri dari wartawan senior yang juga pengurus PWI Tasikmalaya yang juga salah satu Pemimpin Redaksi salah satu koran lokal Tasikmalaya, Agus Alamsyah. Pada pelatihan jurnalistik tersebut, pemateri lebih menekankan pada kaidah/cara penulisan berita. Mulai dari penempatan tanda baca, kata sambung sampai ejaan yang disempurnakan (EYD).

Editor: Van’s

BAGIKAN