Petinju Thailand Tantang Praka Yedi Untuk Memperebutkan Sabuk WBC Asia Fasific

217

GARUT, (KF).- Petinju Juara Nasional Sabuk Emas Kelas Bulu Praka Yedi Junaedi yang juga anggota Kodim 0611 Garut ditantang petinju asal Negara Thailand untuk berduel di atas ring memperebutkan sabuk WBC Asia Fasific.

Tantangan tersebut dilontarkan usai Yedi menjadi juara nasional dan mendapatkan Sabuk Emas Kelas Bulu 57,1 Kg setelah mengandaskan petinju asal Bogor.

“Alhamdulillah saya berhasil merebut sabuk emas kelas bulu Januari 2019 kemarin dan juga sekaligus mendapatkan sabuk emas Kapolda Jabar. Karena itu, saya mendapat tantangan dari petinju Thailand yang juga juara di negaranya,” ujar Yedi di Makodim 0611 Garut, Jalan Veteran, Kecamatan Garut Kota, Senin (18/2/2019).

Menurut Yedi, hingga saat ini ia sendiri belum mengiayakan tantangan dari petinju Thailand tersebut karena berbagai faktor. Namun diakuinya, bukan tidak mungkin dirinya menerima tantangan untuk memperebutkan sabuk WBC Asia Pasific tersebut.

Yedi menyebutkan, selama ini ia juga sudah memiliki dua sabuk lainnya selain dari kelas bulu. Di tahun 2012 dan 2013 lalu, lelaki asal Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut ini mendapatkan sabuk emas Pangdam III/Siliwangi dan Walikota Bandung.

“Saat meraih sabuk emas Kelas Bulu Nasional, saya selalu berlatih di Makodim 0611 Garut. Kebetulan pelatih saya anggota di Kodim Garut juga, yaitu Serka Yusuf. Ada juga pelatih lainnya dari sipil, Pak Encep,” ucapnya.

Yedi yang merupakan lulusan SAM As Shiddiqiyah Paledang ini, mengaku sudah menekuni dunia tinju sejak tahun 2000 lalu, tepatnya saat dirinya masih duduk di bangku SMP. Awal mengenal tinju, dari pelatihnya saat ini, Encep.

“Setahu saya petinju dari Garut ini banyaknya main di kelas amatir, jarang yang ke pro. Ada yang ke pro, tapi bukan berniat sombong, baru saya saja yang punya gelar di nasional,” tuturnya.

Selain di Indonesia, ujar Yedi, ia juga mengaku pernah beberapa kali bertanding di luar negeri, namun belum mendapatkan hasil yang maksimal.

“Kalau di luar negeri saya kalah angka. Di pertandingan terakhir yang merebut sabuk kelas bulu, Alhamdulillah saya bisa menang dengan TKO di ronde ke-5,” ucapnya.

Dengan prestasi yang diraihnya itu, Yedi pun berkeinginan untuk menularkan ilmunya dalam olah raga tinju kepada masyarakat Garut lainnya. Tujuannnya, agar ilmu yang dimilikinya bisa bermanfaat dan juga mengarahkan potensi anak muda pada arah yang lebih positif.

“Saya fikir anak muda asal Garut ini banyak yang memiliki potensi dalam olah raga tinju. Komandan juga mengharapkan saya bisa melatih dan mencetak atlet tinju dari Garut. Jadi saya pasti akan melakukan hal tersebut,” ujarnya.

Komandan Kodim (Dandim) 0611 Garut, Letkol Inf. Asyraf Aziz, mengaku sangat mengapresiasi dan mendukung anak buahnya tersebut. Menurut Dandim, masyarakat Garut sudah sepatutnya bangga dengan Yedi sebagai atlet tinju potensial dan memiliki gelar di tingkat nasional.

“Saya berharap memang Yedi ini bisa melatih tinju juga di Kodim. Nanti yang berminat bisa berlatih di Kodim. Kita akan siapkan tempatnya,” katanya. (***)

Editor : J Gunawan

BAGIKAN