Pileg 2019, Partai Gerindra Optimis Rebut Kursi Ketua DPRD Kota Tasik

171

Jurnalis : Tono Efendi

Kota Tasikmalaya (KF)- Menjelang Pilgub 2018 dan Pileg 2019, Partai Gerindra Kota Tasikmalaya menargetkan 10 kursi di DPRD, bahkan tidak tanggung tanggung, Kursi Ketua DPRD Kota Tasikmalaya menjadi bidikan dalam pemilu legislatif (pileg) 2019 mendatang.

“Keinginan kami ini bukan hanya muluk muluk namun harapan ini cukup logis dan realistis, apalagi animo masyarakat Kota Tasik saat ini kepada partai Gerindra cukup tinggi dan mendapat kepercayaan tersendiri,” ungkap H.Nandang Suryana, Ketua DPC Partai Gerindra Kota Tasikmalaya kepada Jurnalis koran-fakta.com, dikantornya, Jumat (5/1/2018) siang tadi.

Saat ini partai Gerindra Kota Tasikmalaya, memiliki 4 kursi di dewan. Apalagi elektabilitas Partai bentukan Prabowo Subianto itu, menurut survey secara nasional terus merangkak naik. Disejumlah daerah pun masyarakat hingga tokoh tokoh politik pentolan partai partai besar telah hijrah ke Partai Gerindra. Ditambah dengan pilihan Prabowo Subianto untuk mengusung Mayjen.TNI.(Purn) H.Sudrajat sebagai Calon Gubernur Jawa Barat, konstalasi politik Partai Gerindra mengalami perubahan signifikan.

“Alhamdulillah di Kota Tasik khususnya, animo masyarakat atas kepercayaan kepada Partai Gerindra cukup naik, ini terlihat ada sekitar 30 orang tercatat yang mendaftarkan diri menjadi Caleg DPRD, padahal kita belum membuka pendaftaran”, terang Nandang sambil memperlihatkan nama nama caleg yang sudah tercatat tadi.

Ada beberapa pentolan tokoh politik kawakan di Tasikmalaya yang siap menyatakan hijrah dan mendaftarkan menjadi Caleg, diantaranya mantan Ketua DPC PPP H.Pepen Ruspendi, Tokoh masyarakat yang Balon Walikota Tasik H.Nanang Nurjamil dan mantan Anggota DPRD Partai Demokrat Iwan Ridwan, katanya.

Saat ditanya Koran-Fakta.com, apakah pada pileg 2019, selaku Ketua DPC Gerindra Kota Tasikmalaya Akan maju dalam bursa Pileg, dengan nada bijak, lelaki kelahiran Tasikmalaya 1960, menyatakan, berjuang itu tidak harus menjadi anggota dewan. Walaupun saya paham kinerja anggota dewan, justru jika saya diluar dan tidak harus masuk kedalam system, saya bisa lebih mudah mengawasi dan mengontrol kinerja Anggota dewan, ujarnya.

Apalagi setiap bulannya, masih kata dia, setiap anggota dewan khususnya dari Fraksi Gerindra, harus memberikan laporan kepada DPC dan berdiskusi dengan para pengurus PAC lainnya. Jadi lebih baik mengatur Anggota dewan saja lah, kilahnya.

Berbicara masalah konflik didalam partai yang saat ini sering terjadi di partai partai lain, Nandang mengaku di partai Gerindra rasanya sangat minim. Karena setiap permasalahan yang muncul atau yang akan timbul, dirinya selalu mengedepankan kolektif kolegial, artinya setiap keputusan partai selalu dibarengi dengan hasil kesepakatan bersama. Dan dirinya selalu mengatakan keseluruh pengurus, anggota dan kader Gerindra, bahwa setiap keberhasilan dan kesuksesan partai itu bukan kerja sendiri tetapi hasil secara bersama sama, makanya kita membentuk kesolidan sejak dini, itulah perlunya memenej politik yang sesungguhnya, ucapnya.

Disamping itu, masih kata Nandang, Meskipun politik itu sebagai alat komunikasi, tapi pemberdayaan anggota harus kita urus dan berdayakan. Bagaimana setiap PAC itu dapat menjadi motivator bagi masyarakat, dan itu yang kita bangun saat ini, pungkasnya.

Editor: j Wan

BAGIKAN