Pilkada dan Penanggulangan Covid 19, Tantangan bagi Pjs Bupati Tasikmalaya

89

Koran-Fakta.com, (Kab.Tasikmalaya). – Menjabat sebagai PJS Bupati Tasikmalaya merupakan amanah dan sebuah tantangan tersendiri bagi dirinya,  apalagi Kabupaten Tasikmalaya memiliki daerah yang cukup luas dengan 39 Kecamatan yang meliputi 351 desa.

“Tugas saya disini sebetulnya hanya dua,  menjaga kondusifitas wilayah saat Pilkada dan Penanggulangan penyebaran Wabah Covid 19 didaerah Kabupaten Tasikmaalaya”,
Ungkap Pjs Bupati Tasikmalaya Dr. Hening Widiatmoko, MA saat bincang bincang dengan koran-fakta.com, Kamis (1/10/2020) diruang kerjanya.

Namun demikian,  masih kata dia, agar roda pembangunan ini tetap berjalan,  dirinya tetap menjalin dan menjaga hubungan baik dengan steak holder yang sudah ada (eksekutif) serta legislatif termasuk jajaran forum komunikasi pimpinan daerah. Karena proses pemerintahan selama Bupati Tasikmalaya cuti pilkada, proses pemerintahan harus tetap berjalan termasuk menjalin kemitraan dengan pihak Polres dan Kodim 0612 Tasikmalaya.

Ketika disinggung mengenai Pilkada Kabupaten Tasikmalaya,  lelaki kelahiran Ambon 31 Aguatua 1946 itu mengakui,  suasana Pilkada saat ini tentunya sangat berbeda dengan Pilkada pilkada sebelumnya.  “Dalam masa pandemi covid 19,  tentunya ini merupakan sebuah tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah, makanya kami tak henti hentinya memberikan arahan dan intruksi kepada para camat dirinya untuk bisa meyakinkan kepada masyarakat agar jangan takut datang ke TPS dalam waktu Pillada 9 Desember 2020 mendatang, ” ujar Pjs Bupati Tasikmalaya yang kini masih menjabat sebagai  Kepala Bapenda Provinsi Jawa Barat.

Dalam masa pandemi covid 19,  menurut pria yang dibesarkan dari keluarga Tentara ini berasumsi,  biasanya masyarakat pemilih disaat suasana pamdemi menjadi ketakutan,  khawatir jika datang berkerumun ke tempat TPS,  takut tertular wabah corona.

“Karenanya ini merupakan salah satu tugas camat untuk bisa meyakinkan kepada warganya jika pemerintan jauh jauh hari telah mensosilisasikan serta menerapkan protokol kesehatan di TPS TPS nanti.  Oleh karena itu para camat harus bisa meningkatkan partisipasi masyarakatnya untuk datang berbondong bondong ke TPS, dengan tetap menjaga aturan protokol kesehatan,” tegasnya.

Partisipasi pemilih di Pilkada akan tinggi karena pihak Pemkab Tasikmalaya dan KPUD akan tetap selalu memperhatikan keselamatan warganya dengan melakukan aturan protokol kesehatan. “Jadi  seharusnya  calon pemilih saat ini tidak usah khawatir lagi datang ke TPS nanti pada waktunya,   karena moment Pilkada yang datang hanya 5 tahun sekali ini, tentunya masyarakat akan rugi jika tidak bisa menggunakan hak pilihnya sebagai warga Kabupaten Tasikmalaya, ” imbuhnya.

Berbicara masalah netralitas ASN dilingkungan Pemkab Tasikmalaya sendiri,  Dr. Hening di setiap apel selalu mengingatkan pentingnya netralitas seorang ASN dalam Pilkada.

“Netralitas ASN dalam Pilkada itu sudah merupakan keharusan dan mutlak. Walaupun dalam prakteknya dilapangan masih saja ada oknum yang keluar dari koridor tersebut,  tentunya kami sangat berharap agar setiap ASN untuk dapat menjaga idealisme,  tidak menggadaikan netralitas hanya dengan sebuah jabatan dengan jangka waktu yang pendek. Memberikan like saja dalam komentar di medsos,  itu sudah masuk kategori tidak netral, ” pungkasnya. (Tono Efendi). 

Editor: J Wan

BAGIKAN