PKL Cihideung Kudu Bisa “Mulang Tarima”

73

Kota Tasikmalaya, (KF)- Permasalahan Pedagang Kaki Lima (PKL) di Kota Tasikmalaya, terutama yang kini sedang gencar gencarnya di sorot di wilayah Jalan Cihideung, rasanya cukup sederhana dalam memberikan solusi dalam menciptakan suasana rasa nyaman dan tertib. Kuncinya hanya satu, para PKL kudu mulang tarima.

Sebenarnya permasalahan PKL Cihideung cukup sederhana, yang terpenting para PKL nya harus memiliki rasa tanggung jawab, bisa mulang tarima ka Pemkot Tasik, karena selama ini sudah diberi fasilitasi. Tinggal bagaimana para PKL itu bisa sadar dan mau berbenah,” ungkap pengamat lingkungan asal Kota Tasikmalaya, Ir.H. Sukinta kepada koran-fakta.coom, Kamis (26/4/2018) siang di Balewiwitan Kota Tasikmalaya.

Dikatakannya, PKL Cihideung seharusnya bisa menciptakan suasana tertib dan nyaman, asalkan mereka mau ikut sama sama membenahi lokasi tempat jualannya, dengan cara menata dagangannya, jangan sampai ada kesan ego sentris, mencari mata pencaharian untuk menghidupi keluarga, tetapi membunuh hak para pejalan kaki, hal pengendara kendaraan juga hak berusaha para pedagang toko toko dibelakangnya, ucap mantan Pejabat Propinsi Kepala BPSDA Citanduy Ciwulan ini.

Di daerah pariwisata Bali misalnya, para pedagang dan PKL disana mereka dengan sadar serta tanggungjawab menjaga kenyamanan, ketertiban, kebersihan. Dan mereka menyadari bahkan merasa mulang tarima ke Pemda setempat, karena tempat lokasi jualannya yang diberi lahan oleh pemerintah harus dijaga, dirawat dan dipelihara keindahan dan kenyamanannya, ini salah satu contoh bukti mulang tarima nya PKL di Bali,”, ucap Sukinta mengibaratkan.

Jadi rasanya cukup sederhana dalam menciptakan kawasan jalur Cihideung agar tetap terlihat nyaman, teratur, bersih dan tertata rapih. Bahkan Sukinta kembali mengibaratkan seperti para PKL di lokasi Masjid Itje Ciawi Kabupaten Tasikmalaya, kini PKL nya sudah bisa berbenah dan menciptakan suasana nyaman bersih dilokasi jualannya.

Penulis : Tono Efendi

Editor. : J Wan