Polres Garut, Tindak 5.465 Pelanggar Saat Oprasi Patuh Lodaya Tahun 2019

52

Koran-Fakta.com, (KF).- Hasil operasi Patuh Lodaya tahun 2019 yang dilakukan Polres Garut sejak tanggal 29 Agustus hingga 11 September, menindak sekitar 5465 penindakan.

Hal ini dikatakan Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna SIK, didampingi didampingi Wakapolres Kompol Kholik SIK, Kabag ops Kompol Apri Rahman SE, Kasat Lantas AKP Rizky Adi Saputro SH SIK, Kasi Propam Iptu Nurdin, Kanit Regident Iptu Aceng Jaenudin, Baur SIM Aiptu Tata Setiawan, Kasubag Humas Ipda Muslih SH, saat press conference dengan sejumlah wartawan di halaman Mapolres Garut, Jalan Sudirman Garut , Kamis (12/09/2019).

Lebih jauh Kapolres menjelaskan, seperti yang pernah kami sampaikan di seminggu yang lalu perjalanan 4 hari kegiatan operasi patuh, setelah digabung kurang lebih 2 Minggu peningkatannya cukup lumayan. Kemarin selama 4 hari sebanyak 1830, sekarang diangka 5.465, paparnya

Menurutnya pada operasi patuh Lodaya tahun 2019, Dibanding dengan tahun sebelumnya, ada peningkatan sebesar 166%.

” hasil dari 14 hari kegiatan Operasi Patuh Lodaya 2019 ini telah mengeluarkan surat tilangan sebanyak 5.465 surat dan teguran sebanyak 2.225 surat. Barang bukti yang telah diamankan dari hasil pelanggaran lalu lintas, diantaranya, SIM 1.416 Kartu, STNK 3.854 Surat, Kendaraan Roda dua 163 unit dan Roda empat 31 Unit, ” ucapnya

Lanjutnya, Adapun rinciannya kaitan dengan pelanggaran, baik dengan tilang maupun teguran. Untuk jenis pelanggaran yang paling banyak kendaraan roda dua, karena tidak menggunakan helm yang kedua kaitannya dengan surat-surat ataupun STNK yang rata-rata banyak pajaknya mati.

Trendnya terus meningkat dan sosialisasi serta publikasi sadar berlalu lintas setiap saat pada semua elemen termasuk para pelajar, mahasiswa, masyarakat sipil lainnya

“Sebenarnya kalau bicara hari-hari semenjak ada operasi agak lumayan, cuma kaitan dengan trend-nya memang meningkat,” ungkapnya.

Harapan kami kedepan dengan operasi ini jangan hanya sebatas operasi saja,kita berharap masyarakat lebih sadar hukum,sadar akan keselamatan, jangan karena adanya operasi ini selesai kemudian kambuh lagi.

Kapasitas kendaraan menjadi indikator, mengingat Garut sebagai Destinasi Wisata setiap saat, kalau kita lihat prekuensi setiap Minggu selalu peningkatannya bertambah, baik yang masuk ke Garut maupun pulang ke luar Garut setiap Jum’at sore dan Minggu malam, pasti membuat macet jalan raya.

Ketika disinggung pelanggaran oleh kalangan PNS, Kapolres menjelaskan, sama kaitannya dengan surat-surat STNK yang pajaknya mati, pertahun atau lima tahun. kalau bicara kaitan dengan aturan, pasti biasanya bagi kedinasan menyiapkan anggaran untuk bayar pajak, meski kenyataannya masih ada STN atau surat-suratnya yang pajaknya mati.

“Yang jelas kaitannya dengan operasi ini, kalau kita bicara trend ataupun angka naik namun kesehari-harian menurun karena lebih banyak tertibnya,” pungkasnya (J Gunawan)

BAGIKAN