PPDB SMAN 2 Garut Seesuai Dengan PERMENDIKBUD

268
Ket Foto: Drs Budhi Koespriyatna S.Pd, selaku Penitia Penyelenggara PPDB SMAN 2 GARUT

GARUT, (KF).- Berdasarkan peraturan pemerintah pusat melalui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 14 tahun 2018 tentang penerimaan peserta didik baru 2019, Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Garut (SMAN 2 Garut) melaksanakan PPDB menggunakan sistem jalur zonasi.

Kepala Stap Umum bagian Tata Usaha SMAN 2 Garut Dr. Nandang S. Pd, kepada Koran-Fakta.com, Kamis (21/06/2019) diruang kerjanya mengatakan pelaksanaan PPDB SMAN 2 Garut ini dibuka pada tanggal 17 juni sampai tanggal 22 Juni 2019, calon siswa yang diterima disekolah ini bukan berdasarkan hasil nilai Ujian Nasional atau hasil nilai testing sekolah yang dituju, melainkan berdasarkan zonasi atau jarak rumah dengan sekolah yang menjadi pertimbangan calon siswa untuk dapat diterima disekolah ini sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (PERMENDIKBUD).

” Dengan adanya peraturan tersebut, kami pun harus tetap mengacu dan tidak bisa berbuat sewenang-wenang atau membuat peraturan sendiri, apalagi yang bertentangan dengan PERMENDIKBUD. Sebab kalau tidak sesuai dengan aturan tersebut sudah merupakan sebuah pelanggaran”, ucapnya,

Masih kata Nandang, terus terang kami pun tidak merasa keberatan dengan adanya pelaturan pemerintah tentang zonasi ini, Jelasnya

Sementara ditempat yang berbeda ketua panitia PPDB SMAN 2 Garut Dr. Budhi koespriyatna, S. Pd, memaparkan bahwa SMAN 2 Garut tidak menggunakan satu sistem jalur melainkan dengan tiga sistem jalur yang diantaranya satu jalur zonasi dengan kuota 90 persen, dua sistem jalur prestasi dengan kuota 5 persen, dan tiga sistem jalur pindahan dengan kuota 5 persen

” Adapun sistem jalur zonasi terbagi tiga sitem diantaranya satu zonasi jarak murni dari rumah kesekolah berdasarka titik koordinat yang akan ditarik melalui google, sistem tersebut jumlah kuota 55 persen. Dua zonasi keluarga ekonomi miskin atau tidak mampu dengan jumlah kuota 20 persen, zonasi ini terbukti dengan memiliki Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Sehat, atau Surat Keterangan Miskin (SKM) dari asal sekolah, dan ketiga zonasi kombinasi yang artinya perpatuan penilaian kriteria antara zonasi jarak rumah kesekolah dengan nilai hasil Ujian Nasional (UN), zonasi tersebut memiliki kuota 15 persen, dan dari jumlah kuota 15 persen tersebut dibagi 2 diantaranya kuota satu kuota kriteria jarak rumah kesekolah 30 persen, dan kuota kriteria Ujian Nasional 70 persen,” ungkapnya

Lanjut pria yang juga menjabat Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan SMAN 2 Garut ini, adapula sistem jalur prestasi. Sistem jalur ini terbagi 2 bagian diantaranya pertama prestasi Akademik dan kedua prestasi non Akademik

” prestasi Akademik adalah dengan bukti surat hasil ujian murni, dan prestasi non Akademik artinya calon siswa yang memiliki prestasi kejuaraan-kejuaraan tingkat Internal, Regional,maupun Nasional baik dibidang Olahraga, Agama, Kesenian dan lain-lain dengan memiliki bukti sertifikat, piagam, piala, dan lainya,” paparnya

sementara untuk sistem jalur pindahan artinya calon siswa yang mengikuti pindah domisili orang tuanya dikarenakan pindah rumah atau pindah tugas,

“Dan kami berharap bagi para calon siswa yang mendaftar kesekolah ini harus membawa pensil dan materai sendiri, karena tidak dipungut biaya pendaftaran satu peserpun. Tegasnya (Agus Suhana)

Editor : Yusuf Akbar

BAGIKAN