Projek TPT Makam Di Wilayah Dayeuhandap, Kelurahan Kota Kulon Di Pertanyakan

42
Ket Foto : TPT/Atau projek pekerjaan Pemagaran yang saat ini dipertanyakan, Bahkan informasi yang beredar lokasi pekerjaan tersebutpun salah penempatan. yang seharusnya ada di kelurahan Paminggir namun pada kenyataannya lokasi tersebut berada di wilayah kelurahan kota kulon. (Foto oleh : Indra R)

Koran-Fakta.Com, {KF}.- Ditengah maraknya program dari pemerintah pusat maupun dari daerah berupa fisik, seperti Tembok Penahan Tanah ( TPT ) diduga banyak kecurangan bahkan papan informasipun sepertinya sudah tak dihiraukan.

Seperti pekerjaan fisik TPT di Tempat Pemakaman Umum yang berada di Kampung Dayeuhandap, RT 01 RW 04 Kelurahan Kota Kulon. Kecamatan Garut kota, tidak nampak papan pekerjaan proyek informasi guna tranparansi anggaran pekerjaan tersebut.

Bahkan mengenai pekerjaan tersebut, Dari mulai Rukun Warga Setemapt hingga kepala kelurahanpun tidak tau adanya pekerjaan TPT yang saat ini sudah mulai berjalan hampir 85 Persen.

“Jujur hingga sampai saat ini tidak ada tembusan ke kelurahan, padahal jelas pekerjaan tersebut berada di wilayah kelurahan kami (kota kulon-red). Jangankan nilai anggaran atau volume. Yang memiliki pekerjaannyapun kami tidak tau,” ujar kepala kelurahan saat melihat langsung projek pekerjaan TPT di wilayah pemakaman tersebut, Selasa (3 September 2019) Lalu.

Hal yang sama juga disampaikan, ketua RW 04 Dedi Kartiwan, yang mana pekerjaan TPT makam tersebut masuk dalam lingkungannya.

“ Sampai saat ini tidak ada laporan atau mengenai kegiatan pekerjaan TPT tersebut, justru kami juga ingin mempertanyakan dari mana asal pekerjaan tersebut, karna kami juga harus memeberikan laporan tembusan ke kelurahan kalaupun ada pekerjaan di lingkungan kami,” kata ia.

Dari hasil investigasi koran-fakta.com benar adanya projek pekerjaan TPT diwilayah Makam tersebut. Tidak ada papan informasi pekerjaan tersebut, bahkan TPT tersebut terkesan asal jadi. Terlihat dari kondisi galian pondasi yang kedalamnya hanya mencapai kurang lebih 30 Cm untuk ketinggian TPT 3 sampai 2,5 M.

Hingga berita ini diterbitkan belum ada keterangan resmi dari pemilik program pekerjaan TPT makam tersebut. Bahkan para pegawai yang berada di lokasi pekerjaan mengaku tidak tau. Bahkan saat diminta no Handphone pengawas atau pemilik Program pekerjaan tersebut mereka seakan menutup diri.

“kami hanya bekerja, masalah nilai ataupun pemilik pekerjaan kami juga tidak tau,” cetusnya. (Indra Ramdani).

BAGIKAN