Proyek Gorong Gorong Di Kota Tasik Terancam “Molor”, TP4D diminta segera Turun

47

Jurnalis : Tono Efendi

Tasikmalaya, (KF)- Pengamat dan Pemerhati Tata Kota, Ir.H.Nanang Nurjamil meminta agar Tim TP4D untuk turun langsung ke lapangan, mengingat pekerjaan Drainase atau gorong gorong yang saat ini akan masuk masa berakhir kontrak 15 Desember 2017, khawatir dengan waktu 40 hari tersisa ini pekerjaannya terancam lambat alias molor.

Bahkan ia menilai, selain Brangkal dan bahan material yang sudah mengganggu ketertiban umum yang naik ke bahu jalan, bahkan bahan bahan material yang digunakan untuk pekerjaan gorong gorong kwalitasnya perlu mendapat perhatian serius.

Menurutnya,  seperti box cover,  itu harus bersertifikat SNI. Kenapa harus bersertifikat SNI, karena berhubungan dengan nilai Kwalitas Beton. Nanang menjabarkan, beberapa bahan material yang harus bersertifikat SNI diantaranya,
box cover, Manhole, saluran beton (uditch), pavin blok, kansteen, buis beton. Adapun yang harus digunakan Nomor SNI 03-69-66-2003.

“Saat ini saya menduga bahan bahan yang digunakan diragukan kwalitasnya, artinya tidak semua menggunakan bahan yang bersertifikat SNI”, katanya kepada koran-fakta.com, Kamis (9/11/2017) usai acara Audiensi Bersama OJK di gedung Aula Serba Guna DPRD Kota Tasikmalaya.

Oleh karena itu dirinya mengusulkan, kepada tim TP4D, Instansi penanggung jawab proyek, konsuktan perencana, konsultan pengawas, kontraktor dan kalangan profesi akademisi untuk melakukan audit inspeksi bersama sama ke lapangan (masing masing ke lokasi proyek).

Proyek gorong gorong yang perlu mendapat sorotan diantarnya,  Jl.Dokar dan Jl Hazet. Namun ditempat lainnya proyek gorong gorong yang menyebar di Kota Tasikmalaya pun perlu mendapat perhatian. Terkait proyek gorong gorong yang dinilainya lambat dan pesimis selesai diantaranya  proyek gorong gorong di jalur Dokar. “Saya pesimis proyek gorong gorong di jalan Dokar akan selesai sebelum kontrak kerja pada pertengahan Desember 2017” , katanya.

Seandainya proyek gorong gorong tadi belum selesai saat massa kontrak kerjanya tidak selesai, sudah tidak ada lagi adendum, dan perusahaan kontraktor tadi sebaiknya di back List dan tidak diberi pekerjaan satu hingga dua tahun kedepan sebagai sangsinya, pungkasnya.

BAGIKAN