Proyek Gorong Gorong Jl.Ampera Kian Parah, Diduga Dinas PUPR terkesan Tutup Mata ?

79

Jurnalis : Tono Efendi

Tasikmalaya, (KF)- kembali, proyek drainase atau gorong gorong di Kota Tasikmalaya, tak mengindahkan aturan dan kenyamanan pengguna jalan. Galian sisa Brangkal dan bahan material kembali memperparah kemacetan di jalan umum. Seperti yang terjadi Jl.Ampera Kel.Panglayungan Kec.Cipedes Kota Tasikmalaya.

Sutisna (28) Warga Cikiara Ampera yang setiap hari menggunakan jalur Ampera, kini dibuat kesal. Pasalnya gundukan bahan material dan Brangkal menghalangi jalur, hampir batas setengah jalan, bahkan beberapa hari lalu, gundukan bahan bahan material dan Brangkal sampai menutupi jalan tersebut. “Bukannya saya tidak mendukung kegiatan proyek gorong gorong untuk antisipasi banjir, tapi cara pengerjaannya Ini kurang profesional, apalagi sampai mengganggu aktifitas para pengguna jalan”, ungkapnya kepada koran-fakta.com, Jumat (10/11/2016) siang.

Hal senada juga dikeluhkan pengguna jalan Ampera lainnya. Galih (30) warga Hanura Ampera yang berharap Pemerintah Kota Tasikmalaya dalam hal ini Dinas PUPR selaku penanggungjawab Proyek jangan tutup mata. “Tegur keras pemborongnya, ini sudah keterlaluan menyimpan bahan material dan Brangkal hingga menutup jalan setengahnya, jangan sampai warga marah dan beraksi atas gangguan ketidak nyamanan saat melalui jalan Ampera”, kesalnya.

Sebagai warga Ampera, masih kata Galih, tadinya ingin menegur langsung pihak Pemborongnya, namun begitu saya cari papan proyeknya saja tidak terpasang. “Sudah bikin macet jalan, papan proyeknya tidak dipasang, sehingga kita tidak bisa tahu perusahaan siapa yang mengerjakan proyek drainase itu, ujarnya. Pekerjaan tanpa memasang papan proyek bagaimana mau transparan, apa mau disebut proyek siluman, ucapnya dengan nada tak puas.

Kembali, Kasie Jalan Jembatan Dinas PUPR Indra Risdianto,ST belum memberi tanggapannya saat koran-fakta.com menghubungi via WhatsApp

BAGIKAN