Puluhan Mahasiswa BEM STKIP, Menuntut Pembebasan Aktivis Mahasiswa Yang Ditahan

55
Ket foto: Puluhan mahasiswa saat melakukan orasi dihalaman gedung DPRD Garut

Wartawan : Tim KF

GARUT, (KF).-Puluhan mahasiswa yang mengatasnamakan Forum Mahasiswa Garut Raya, datangi DPRD Kabupaten Garut, senin(30 Oktober 2017) siang. kedatangan mereka menuntut agar teman-temannya yang kini diamankan pihak kepolisian di Jakarta agar segera bisa di bebaskan.

Mereka meminta DPRD mendesak polisi membebaskan kawan-kawannya terkait sikap respresif aparat Kepolisian dalam aksi damai yang dilakukan mahasiswa pada Jumat (20/10) lalu di Jakarta. Saat itu, mereka ditangkap lantaran massa yang terdiri atas BEM Se-Indonesia itu berunjuk rasa mengkritik tiga tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Puluhan Mahasiswa yang datang pada pukul 09.30 WIB ke gedung DPRD Garut itu, langsung menggelar orasi. Massa juga membentangkan spanduk bertuliskan “Satu Dibungkam Seribu Melawan”. Tampak Salah Satu Peserta aksi, Fathan Nur Muhajir, menyampaikan orasinya di depan halaman gedung dengan pengawalan 70 personel gabungan Polres Garut dan Polsek Garut Kota.

“Melalui DPRD Kabupaten Garut, kami meminta penangkapan mahasiswa yang ditahan di Polda Metro Jaya segera dibebaskan, karena telah menodai demokrasi dan penegakan HAM di Indonesia. Perlu diketahui, menyampaikan pendapat di muka umum sudah dijamin dalam pasal 28 UUD 1945,” ujar Ketua BEM STKIP Garut, Hasan.

Adapun tuntutan dan pernyataan sikap mahasiswa tersebut, diantaranya menuntut Kepolisian untuk membebaskan aktivis mahasiswa yang saat ini masih ditahan oleh Polda Metro Jaya, dan meminta kepada DPRD Kabupaten Garut untuk membuat pernyataan pembebasan terhadap sesama aktivis mahasiswa yang saat ini masih ditahan pihak kepolisian.

Puluhan masa dari Forum Mahasiswa Garut Raya tuntut temannya dibebaskan pihak Kepolisian Metro Jaya.
Orasi yang disampaikan perwakilan FMGR tersebut diterima langsung oleh Wakil Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Garut, Dede Sopyan M Si. Dikatakan Deden, pihaknya telah menerima pernyataan sikap yang disampaikan FMGR dan akan segera menindaklanjut permohonannya tersebut.

“DPRD sesuai kewenangannya akan menampung dan memperjuangkan aspirasi teman-teman mahasiswa dari BEM STKIP tadi. Kami akan meminta kepada pimpinan agar mengeluarkan surat rekomendasi untuk Kepolisian Metro Jaya supaya mempertimbangkan kembali semua akibat dari yang terjadi pada tanggal 20 Oktober lalu,” pungkas Deden.

Editor : Tomy

BAGIKAN