Puluhan Warga Desa Karyajaya Tuntut Kadesnya Dicopot

309
Ket Foto: Puluhan Warga Masyarakat saat melakukan aksi di halaman Kantor Desa Karyajaya, Kecamatan Bayongbong

GARUT, (KF).- Puluhan Warga masyarakat yang berada di wilayah Desa Karyajaya, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, Geruduk kantor Kepala Desa Karyajaya.

Kedatangan warga tersebut menuntut transparansi anggaran Infrastruktur yang disinyalir tidak diterapkan oleh kepala Desa setempat. Bahkan kinerja atau pelayanan kepala Desa tersebut juga dinilai warga tidak mengindahkan.

Iyuk, salah seorang warga masyarakat, Kp.Hamrempoy, Desa Karyajaya, yang juga menjabat sebagai ketua RW 02, mengatakan pihaknya bersama puluhan warga lainnya ingin mempertanyakan anggaran dari pemerintah pusat melalui Desa, “kami ingin ada transparansi anggaran yang dikucurkan dari pemerintah pusat, sebab dari tahun 2016 anggaran tersebut kami menilai tidak transparan, intinya kami datang kesini puncaknya amarah warga, dan kami sekali lagi menuntut agar kepala Desa, yang saat ini menjabat agar segera turun dari jabatannya.” Katanya, saat ditemui di kantor Desa Karyajaya,(4/9/2017) Siang.

Hal yang sama dikatakan Atur Mastur (57) warga Kp. Hamrempoy Rw 06, juga berharap agar kepala desanya yakni berinisial ES, segera dicopot dari jabatannya. “Sudah pelayanannya kurang efektif, juga anggaran yang digelontorkan pemerintah pusat untuk infrastruktur juga tidak transparan,” Ucapnya.

Sementara Kepala Kecamatan Bayongbong, Santari saat dimintai tanggapan terkait tuntutan puluhan warga Desa Karyajaya, mengungkapkan. pihaknya sebelumnya sudah menerima tembusan terkait tuntutan warga tersebut, ” rencananya besok saya akan kompirmasi ke DPMBD dan ke inspektorat mengenai tuntutan warga tersebut,” Ungkapnya

Menanggapi tuntutan warga yang berharap agar Kepala Desa Karyajaya, dalam hal ini (ES) agar mengundurkan diri di katakan Camat Bayongbong, pihaknya mengakui hal tersebut harus menempuh mekanisme, “ada mekanismenya dimulai dari pemeriksaan dulu, dari inspektorat, kejaksaan dan itupun tidak semata-mata dicopot berhenti, harus dibuktikan terkait kesalahannya. Kalaupun nanti terbukti kesalahannya ya mungkin proses hukum yang akan berjalan, yang jelas ini harus menempuh sesuai mekanisme,” Katanya 

Sementara saat puluhan warga mendatangi Kantor Desa Karyajaya, Kepala Desa yang bersangkutan tidak bisa hadir Karna sedang berada di luar kota. Sehingga sampai berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi dari kepala Desa Karyajaya. (Indra R)

BAGIKAN