Puluhan Warga Yang Mengatasnamakan Paguyuban Warga Masyarakat Bantaran Rel Datangi Kantor BPN Garut.

253
Ket foto: masa saat melakukan Orasi Dihalaman Kantor BPN Garut . (Foto oleh: J.Gunawan)

GARUT, (KF).- Puluhan warga yang mengatasnamakan Paguyuban Warga Masyarakat Bantaran Rel (PWMBR) datangi Kantor BPN Garut. Kamis (27/12/2018) Siang.

Hal itu dilakukan berkaitan dengan telah berjalannya Reaktivasi rel kereta api Cibatu-Garut-Cikajang. Dimana warga masyarakat bantaran rel perlu dilibatkan sebagai bagian utama yang akan terkena imbas dari program reaktivasi tersebut.

Sebelumnya mereka melakukan orasi dihalaman kantor BPN Garut, tak lama melakukan orasi, Korlap PWMBR beserta perwakilanya diterima pihak BPN Garut untuk melakukan Audiensi.

“Kedatangan kami ke kantor BPN ini untuk meminta data kepemilikan tanah yang di klem oleh PT KAI,” ujar Andri selaku koordinator Paguyuban Masyarakat Bantaran Rel, saat dijumpai sejumlah wartawan.

Lanjut Andri, pihak BPN Garut dinilai kurang koperatif dalam melaksanakan tugasnya tentang tanah-tanah tersebut.

“Nyatanya sampai hari ini batas tanah yang ada dibantaran rel kereta itu belum jelas. Jadi kami akan tetap menanyakan atas batas tanah tersebut, misalkan berapa meter batas tanah dari rel, namun pihak BPN pun belum mengetahui batas-batas tanah tersebut,” Katanya.

Sementara, pihak BPN melalui Kasi Pengadaan Tanah Iwan Ridwan saat ditemui mengatakan, Pihaknya sebagai instansi pencatat tentunya tergantung pada penanganan pemerintah itu sendiri sebagai penanganan terkait permasalahan ini.

“Jadi harusnya kami di undang kemudian masuk kedalam tim kajian, tidak menjadi inisiator,” Katanya

Lanjutnya, terkait status tanah jalan kereta api Cibatu-Garut-Cikajang BPN telah mengeluarkan prodak sertifikat atas nama departemen perhubungan.

“Namun ketika mereka meminta gambar tentunya kami sebagai lembaga juga punya aturan, dan tentunya juga harus ada mekanismenya kalau harus dipublikasikan kepada masyarakat, terkecuali pemilik tanah yang meminta. Kalau data-data luasnya kamipun ada tapi berkenaan dengan gambar, ya harus sesuai dengan mekanisme.” Ungkapnya.

Laporan : J.Gunawan

Editor : Indra R

BAGIKAN