Putra Pertama Dedi Mulyadi Ini Butuh Uluran Tangan Dari Pemerintah.

94
Kulit Ihsan seakan terlihat melepuh dibagian kaki.

GARUT, (KF).- Nasib malang yang menimpa Mohamad Ihsan Cahyadi (8 Tahun) Putra Pertama dari Pasangan Dedi Mulyadi dan Umi Siti Kulsum. Warga kampung Sukaregang RT 05/16, kelurahan Kota Wetan, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, ini terpaksa harus terus menerus menahan rasa sakit yang dideritanya.

Bocah yang duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) Kelas III ini mengalami sakit, perih disertai gatal-gatal pada bagian tubuhnya.

Menurut pengakuan ibu kandungnya. Umi Siti Kulsum, penyakit yang di derita anaknya sudah hampir Satu Tahun lebih.

“Awalnya Ihsan sehat-sehat saja bahkan hingga pertengahan tahun 2017 Ihsan masih aktif bersekolah tidak ada tanda-tanda akan dihinggapi penyakit seperti ini. Hingga dipertengahan tahun 2017, belakangan Ihsan pernah mengadu dan mengatakan, mah badan Ihsan gatal-gatal dan digaruk terasa perih, karena dikiranya cuma gatal biasa saya obatin pakai salep gatal biasa,” Jelas Umi Siti, saat dihubungi Awak Media, Jum’at (30/8/2018) Sore.

Diakui ibu Kandung Ihsan, hampir setiap hari ihsan menangis merintih karena tak kuat menahan rasa sakit, perih dan gatal diseluruh tubuhnya. tubuh Ihsan yang terlihat kecil malah semakin banyak luka akibat garukan.

Lanjut diakui ibunda Ihsan, pihaknya pernah memeriksakan ihsan ke salah seorang Dokter, bahkan dikatakannya Ihsan terkena penyakit Kanker kulit.

” Pernah di periksa ke dokter, bahkan dirawat di rumah sakit, kalau penyebabnya diduga dari makanan yang kadaluwarsa yang pernah di makan Ihsan,” jelas Ibunda Ihsan.

Menurut ibunda Ihsan, saat di rawat di salah satu rumah sakit di Garut, Ihsan harus di rujuk ke Rumah Sakit Bandung.

” Katanya untuk penanganan penyakit seperti ini harus ke rumah sakit di Bandung, dengan alasan keterbatasan peralatan,” katanya.

Keluarga Ihsan yang, keadaan ekonomi nya pas-pasan tentunya harus menarik napas dalam-dalam mengingat biyaya untuk pengobatan anaknya tentunya sangat besar.

“Saya bingung untuk biaya pengobatan Ihsan. Jangankan untuk dibawa dan harus dirawat di luar Garut, disini pun setahun lamanya merasa kerepotan, terutama dalam hal biaya untuk memenuhi seperti obat dan lainnya mesti dibeli yang tentu harus memiliki uang yang cukup,” Ibunda Ihsan.

Keluarga Ihsan yang hanya buruh serabutan tersebut kini berharap uluran tangan dari pemerintah, serta dermawan.

” Mudah-mudahan pemerintah atau hamba Allah ada yang membantu untuk kesembuhan Ihsan,” Harap umi sambil meneteskan Air mata. (Indra R)

BAGIKAN