Raden Marlan : Kalau Bisa Daging Qurban Pakai Kemasan Yang Ramah Akan Lingkungan

124
Ket Foto: H.Raden Marlan Saat memberikan daging Qurban kepada salah seorang warga masyarakat di wilayah Desa suci

GARUT, (KF).- Pemerintah Daerah Kabupaten Garut, Jawabarat. Memberlakukan larangan terhadap warganya untuk menggunakan kantong kresek hitam sebagai bungkus daging Qurban. Pasalnya kantong plastik yang dihasilkan dari proses daur ulang tersebut dianggap berbahaya yang bisa memicu penyakit berat.

Wakil Bupati Garut, dr.Helmi Budiman Saat ditemui pada pelaksanaan Qurban, Jum’at(1/9/2017) Siang, di Klinik Cisanca, Jl.Raya samarang, kecamatan Tarogong Kaler, Garut, mengungkapkan. Dalam pendistribusian biasanya masyarakat seringkali memakai kantong plastik berwarna, dan hal itu tentunya tidak dianjurkan. “Masyarakat dalam mendistribusikan daging Qurban carilah kantong plastik yang sehat, tapi kalau sudah terlanjur bisa pake plastik biasa yang berwarna bening,” ungkapnya

Ditempat terpisah. Salah Seorang Tokoh Masyarakat, Diwilayah Desa Suci, Kecamatan Karangpawitan, Garut, yakni H.Raden Marlan mendukung pemerintah kabupaten garut terkait larangan kantong kresek hitam sebagai bungkus daging Qurban. ” Kita tau lah kantong plastik yang kurang baik kan nantinya selain berbahaya, juga menjadi limbah yang akan menimbulkan sesuatu yang kurang baik, makanya saya juga mendukung sekaligus menghimbau mumpung Lebaran Idhul Adha waktunya masih ada selama hari tasriq, sebaiknya pakailah kemasan kantong yang baik, yang tidak menimbulkan dampak yang berbahaya.” Ujarnya

Lanjut dikatakan, untuk diwilayahnya sendiri anjuran pemerintah tersebut Alhamdulillah sudah dilakukan, ” Alhamdulillah kalau disini sudah menggunakan kantong plastik bening, dan barangkali hal tersebut juga tidak hanya dalam rangka Idhul qurban saja, tapi juga bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, dan kalau bisa dihimbau oleh tokoh-tokoh terutama orang yang memiliki pengaruh terhadap masyarakat, memberikan himbauan agar masyarakat bisa menggunakan kemasan yang ramah akan lingkungan,” Harapnya. (Indra R)

BAGIKAN