Ratusan Warga Meminta TPA Pasir Bajing Ditutup

217

Ratusan warga masyarakat saat memblokade jalan menuju TPA pasir bajing
Ratusan warga masyarakat saat memblokade jalan menuju TPA pasir bajing
KF.- Ratusan warga kampung Leuweungtiis, Desa Sukaraja Kecamatan Banyuresmi memblokade jalan akses menuju Tempat Pembuangan Akhir(TPA) Pasir bajing. Mereka menuntut agar TPA Pasir Bajing ditutup.

Berdasarkan pantauan Koran Fakta.com dilapangan mereka(Warga red)  terlihat dari mulai pukul 07.30 WIB hingga tengah hari warga sudah menempati gerbang menuju TPA, sehingga otomatis membuat truk angkutan sampah tidak bisa masuk untuk membuang angkutan sampah se-Garut kesana. Sehingga aktifitas Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) Kabupaten Garut dalam pengelolaan sampah di TPA terhenti.

“TPA Pasirbajing ditutup harga mati. Kita tidak ingin diberi apa-apa dari Pemda, hanya ingin TPA ini ditutup, titik,” kata Amoy, salah seorang pengikut aksi, warga Kampung Leuweungtiis, Desa Sukaraja, Kecamatan Banyuresmi.

Lanjut Amoy, sejak aksi sekira 1,5 tahun silam, pihaknya sudah lama diiming-imingi bantuan kesehatan setiap tahunnya oleh Pemerintah daerah, namun apa yang dijanjikan tak kunjung datang. Malah dengan adanya TPA, berdampak buruk pada kesehatan masyarakat terutama anak-anak.

Sementara Uden Peserta Aksi Warga Kampung Leuweungtiis, Desa Sukaraja, Kecamatan Banyuresmi mengungkapkan, “Banyak yang sesak nafas, makan pun gak nikmat yang kecium hanya bau sampah. Banyak nyamuk, lalat, tikus. Kita menderita sejak adanya TPA Pasirbajing,” Ungkapnya.Rabu (28/12/2016) Siang.

Lebih lanjut Uden mengungkapkan, sejak pertengahan 2015 silam, TPA Pasirbajing berencana akan dipindahkan, atau dikelola dengan baik. Tetapi nyatanya saat ini jauh dari harapan warga.

“Justru pas dikeduk pake beko, baunya minta ampun, kalau kemarau dibakar, asepnya sampe ke pemukiman, pengap, serba salah kita Makanya kita hanya ingin TPA Pasirbajing ditutup,” katanya.

Sementara Kepala DLHKP, Aji Sukarmaji, saat ditemui mengatakan. Pihaknya memberi penjelasan, dimana terkait aspirasi masyarakat akan ia sampaikan kepada pimpinan.”Karena kalau untuk pindah TPA harus ada pengkajian dulu untuk TPA nya, pengkajian tanahnya juga pengadaan tanahnya,” Kata Aji.

Sambung Aji, Pihaknya sudah mendapat bantuan berupa alat berat untuk mengelola sampah. Sehingga dengan demikian, ia meyakini bisa mengurangi dampak bau dari sampah, yakni dengan menimbun sampah dengan tanah, Pungkas Aji. (dra R)***

BAGIKAN