Rektor Uniga Akan Ikut Pemilihan Ketua KONI

81
Ket foto: H.Abdusy Syakur yang juga Sekertaris Umum KONI Garut.

Jurnalis : Jey

GARUT, (KF).- Urung nyalon di Pilkada Garut, Rektor Universitas Garut (Uniga), Abdusy Syakur Amin menyatakan siap ikut pencalonan bursa Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Garut.

Sebab masa Kepengurusan KONI dibawah kepemimpinan H. Ato Hermanto sudah berakhir per 28 Januari 2018. Oleh sebab itu, Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) KONI Kabupaten Garut akan digelar pada Tanggal 24 Pebruari 2018. Hal itu disampaikan Abdusy Syakur, Kamis (01/02/2018).

Abdusy Syakur yang juga Sekretaris Umum KONI Garut, .” Saya akan ikut dalam kontestasi pemilihan Ketua KONI, karena sudah ada dukungan dari beberapa Cabor (cabang olahraga-red) supaya saya maju, ” ungkap Syakur, yang juga Sekretaris Umum KONI Garut itu.

Selain karena adanya dukungan dari para pengurus Cabor, untuk maju pada pemilihan calon ketua KONI. Alasan lainnya, kata Syakur, karena dirinya juga sebagai insan pendidikan yang peduli terhadap olahraga, karena olahraga merupakan bagian dari pendidikan karakter. Selain itu, Ia melihat program yang dicanangkan pemimpin terdahulu cukup bagus.

” Saya melihat perencanaan Pak H. Ato cukup bagus. Hanya saja maaih ada yang tertunda, dan itu perlu dilanjutkan, ” tuturnya.

H. Ato sendiri, lanjut Syakur, tidak bisa mencalonkan, atau dicalonkan lagi karena sudah dua periode.

“Sebetulnya Pak Ato bisa diperpanjang sampai 6 bulan. Tapi kan tidak akan sampai pada Porda yang akan datang. Makanya dari pada nanti bermasalah mendekati Porda, lebih baik Musorkabnya dipercepat, ” ujarnya.

Lanjut Syakur, pembentukan pengurus baru KONI ini tidak bisa berlama-lama, karena kaitannya dengan pencairan dana pembinaan dari APBD.

“Kita juga tidak mau berlama-lama, kasihan atlet yang menunggu pencairan. Sebab pencairan itu harus oleh pengurus baru. Lagian Porda itu bulan Oktober, ” paparnya.

Ditambahkannya, pengurus baru akan mendapat ujian berat, terkait anggaran untuk Porda yang dikucurkan Pemkab Garut hanya Rp. 3 milyar. Padahal Porda Tahun 2014 diberi bantuan Rp. 6 milyar.

“Pengurus baru akan mendapat ujian berat, dengan anggaran sebesar itu harus tetap jalan, ” ucapnya.

Oleh karenanya sambung Syakur, dengan dana sebesar itu, KONI harus melakukan rasionalisasi dan efesiensi, diantaranya dengan hanya mengirikan atlet yang benar-benar potensial meraih medali di Porda yang akan berlangsung di Kota Bogor, Oktober mendatang.

Editor: Van’s

BAGIKAN