Ribuan Santri Garut Tuntut LSM GMBI Dibubarkan

493

Ribuan santri saat melakukan aksi damai di halaman gedung DPRD Garut
Ribuan santri saat melakukan aksi damai di halaman gedung DPRD Garut
GARUT,(KF),- Ribuan massa santri dari berbagai pondok pesantren di Kabupaten Garut, yang tergabung dalam Himpunan Santri Garut (Hisgar) melakukan aksi damai, Jum’at (20/01/2017), menuntut agar LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) dibubarkan. Tuntutan tersebut sebagai buntut penganiayaan yang dilakukan massa GMBI terhadap beberapa anggota Front Pembela Islam (FPI), saat berlangsungnya pemeriksaan Ketua Umum FPI, Habib Rizieq Sihab di Mapolda Jabar, memerapa waktu lalu.

Lukmanul Hakim, Koordinator Lapangan Hisgar, disela-sela aksinya menegaskan, bahwa tuntutannya tersebut bertujuan untuk menjauhkan imej premanisme di daerah, khususnya di Garut.
“Garut terkenal sebagai kota santri, kota ulama. Bukan kota premanisme,” tegas Lukman.

Tak hanya menuntut GMBI dibubarkan, ribuan santri itu juga meminta Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Anton Charliyan dicopot dari jabatannya. Menurut Lukman, Kapolda telah terbukti membiarkan LSM GMBI melakukan penganiayaan terhadap anggota FPI dan merusak mobil saat mengawal pemeriksaan Ketua FPI, Rizieq Shihab.

“Kapolda tidak adil dalam melaksanakan tugasnya, karena melindungi dan membiarkan GMBI melakukan penganiayaan. Oleh karena itu kami pun meminta Kapolda dicopot,” tegasnya.
img-20170120-wa0022.jpg
Selain dua tuntutan tadi, para santri juga menyampaikan 10 tuntutan lain. Dalam aksinya. Mereka memulai aksinya dengan melakukan longmarch dari lapangan Alun-alun Kabupaten Garut, Jalan A. Yani ke Gedung DPRD Garut, Jalan Patriot, sejauh tiga kilo meter.

Kedatangan ribuan santri ke Gedung Dewan untuk menyampaikan aspirasinya kepada wakil rakyat.” Kami datang ke gedung Dewan ini guna menyampaikan tuntutan kami, yaitu agar GMBI dibubarkan dan Kapolda Jawa Barat dilengserkan. Untuk selanjutnya tuntutan kami ini oleh DPRD disampaikan ke DPR-RI,” tandasnya. (Jay).

BAGIKAN