RINDU Akan Prioritaskan Perda Santri

474

MAJALENGKA, (KF).- Blusukan yang dilakukan oleh Calon Wakil Gubernur Jawa Barat, dari pasangan Rindu, Nomor Urut satu, UU Ruzhanul Ulum (kang UU), Terus menyerap aspirasi masyarakat untuj dijadikan program prioritas pembangunan Jawa Barat di masa mendatang. Salah satu aspirasi yang diserap adalah saat Cawagub penggemar qasidah ini bertemu dengan para ulama se kabupaten Majalengka, senin (04/06/2018) pagi tadi.

Aspirasi yang di harapkan ulama se Majalengka ini adalah adanya perhatian dari pemerintah terhadap kelangsungan hidup para pengajar ilmu Al’Quran (ustad – ustadjah) yang selama ini memberikan ilmunya kepada anak anak cikal bakal penerus bangsa ini.

“kami para ulama tidak menginginkan hal muluk, hanya tolong perhatikan nasib guru ngaji dan sarana ibadah kami” ujar abah Cecep salah seorang ulama majalengka yang hadir untuk bertatap muka dengan calon wagub Rindu ini.

Menurutnya, khusus untuk kabupaten majalengka belum pernah ada perhatian kepada para guru ngaji dan tempat peribadatan oleh karena itu abah cecep pun berharap kang uu bisa memberikan solusi jika nanti Rindu (Ridwan Kamil – UU Ruzhanul Ulum) mendapat amanah untuk memimpin Jabar.

“Saya sangat berharap ada ulama yang menjadi umaro dan pilihan kami sudah dipastikan akan kepada pak uu karena beliau berasal dari kalangan pesantren” tambahnya.

Dan abah cecep pun yakin Rindu akan mendulang suara diatas 50 persen untuk kabupaten majalengka karena dirinya bersama para ulama dan santri se majalengka akan terus mensosialisasikan pasangan Rindu ini ke seluruh warga majalengka.

Bupati Tasikmalaya yang sedang cuti untuk ikut kontestasi pilkada jabar, mengatakan bahwa dirinya sangat berterima kasih atas kepercayaan yamg diberikan para ulama dan santri se majalengka kepada pasangan Rindu, khusus untuk aspirasi yang diterima, kang uu pun menceritakan bagaimana dirinya semasa menjabat bupati tasikmalaya telah mengeluarkan perda untuk menggaji para guru mengaji dan banyak bantuan yang telah dikeluarkan oleh pemda tasik kepada para ulama, hal yang sama juga dilakukan oleh walikota Bandung, Ridwan kamil, memberikan perhatian yang sama kepada guru mengaji di kota Bandung.

“Kami, saya dan kang emil, mempunyai kesamaan visi dan misi dalam pembangunan ahlak masyarakat yaitu dengan memberikan insentif bulanan kepada mereka (ustad)” terang kang UU.

Ditambahkannya, salah satu program rindu adalah pembangunan Jabar Juara dalam hal ahlak, dan keluhuran ahlak itu salah satunya adalah dari pendidikan agama yang diberikan dimana salah satunya adalah belajar mengaji, sehingga diharapakan anak anak calon penerus bangsa di jawa barat nantinya selain pandai mengaji juga bisa memahami isi dari kandungan Al Quran untuk kehidupan sehari harinya.

“Saya bersama kang emil nanti akan membuat Peraturan Daerah (perda) untuk bisa memberikan kemaslahatan bagi ulama dan santri” tegas Kang UU.

Bupati yang baru baru ini mendapatkan predikat Wajar tanpa Pengecualian (WTP) untuk keuangan daerahnya (Kabupaten Tasikmalaya), mengatakan bahwa Jangan Sekali kali Hilangkan Jasa Ulama (Jas Hijau), karena para ulama ini adalah pilar penting dalam pembangunan Umat/masyarakat.

Jurnalis : Tono Efendi

Editor. : Van’s