Santri Harus Memiliki Daya Saing

69
Ket Foto :Para tokoh Garut bersama santri ulama antusias hadiri peringatan Hari Santri Nasional di Lapang Otista, Minggu (22/10).

Wartawan: Jay

GARUT- Ketua tanfidz PCNU Kabupaten Garut, KH atjeng abdul wahid, mengatakan, santri harus bisa mengembangkan diri agar memiliki daya saing dalam berbagai sektor.

“Untuk mengidealkan sebagai penerus, dalam momentum Hari Santri Nasional ini, para santri tidak hanya mengaji, tapi juga harus belajar ilmu atau pendidikan ilmu lainnya. Begitupun siswa yang belajar di sekolah umum harus diimbangi dengan mengaji, jangan menjadi penerus yang pincang. Karena saat ini hingga kedepan mereka akan mengemban tanggung jawab memimpin negeri ini, termasuk dalam menjaga keeratan bangsa atau mempertahankan NKRI,” ujar Kiyai yang akrab disapa Ceng Wahid, didampingi Sekertaris PCNU Deni Ranggajaya, pada acara

Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) ke 3 ini dihadiri puluhan ribu santri bersama para ulama se Kabupaten Garut y\ng memadati lapang Otista Alun-alun Garut. Dalam momentum kali ini. Kabupaten Garut yang dikenal sebagai kota santri, sudah seharusnya para santri yang ada di Garut mengambil peranan lebih besar untuk membangkitkan Garut sangkan lebih maju. Olehkarenanya kata ceng wahid, sebagai penerus ulama, para santri harus disiapkan supaya unggul dalam berbagai sektor baik itu keilmuan tentang agama, pendidikan umum, kuat dalam ekonomi, pembangunan, kesehatan dan sektor lainnya.

“Pada kegiatan HSN ini, kita juga berharap bagaimana fungsinya untuk melakukan pengabdian ulama kepada umat, pengabdian ulama kepada bangsa dan pengabdian ulama kepada negara. Sebagaimana langkah-langkah para ulama terdahulu dalam peran kemerdekaan Indonesia, sehingga kemerdekaan negara ini diakui dunia,” ujarnya

Ket foto: Saat ribuan santri berada di lapangan Alun-alun kota garut

Lanjutnya, santri telah berkembang selaras dengan dinamika yang terarah dalam kerangka fungsionalisasi dan refungsionalisasi pendidikan pesantren, sebagai salah satu pusat pembangunan masyarakat secara keseluruhan dengan kedudukan dan fungsinya yang khas.

“Pondok Pesantren menjadi alternatif wahana pembangunan yang berpusat pada masyarakat dan sekaligus sebagai pusat pembangunan yang berorentasi pada nilai-nilai keagamaan,” ujar Ceng wahid itu.

Dalam acara Hari Santri Nasional ini, turut hadir Bupati Garut, Kapolres Garut, Dandim 0611, tokoh ulama, tokoh masyarakat, dan ribuan santri dari sekitar 1700 pesantren di Kabupaten Garut.

Editor: Tomy

BAGIKAN