SAPMA Komisariat UNIGA, Gelar Dialog Interaktif Di Kecamatan Cibalong Garut

89

Garut, (KF)- Satuan Pelajar dan Mahasiswa (SAPMA) Komisariat UNIGA bekerjasama dengan Badan Kesbangpol Kabupaten Garut menggelar dialog interaktif, yang bertema.
“ Penguatan Ekonomi Lokal sebagai Penangkal Masuknya Faham Radikalisme dan Terorisme”. Di Kantor Kecamatan Cibalong, Kab.Garut Jawa Barat, Jum’at (24/08/2017) lalu.

Kegiatan dihadiri 100 orang peserta dan dihadiri H. Ade Ketua MUI Kec. Cibalong,
Kapten Darso Danramil Cibalong, Ust. Nurjaman ketua MUI Desa Sagara, Brigadir Dedi Babinkamtibmas dan Anggota Forum Komunikasi Masyarakat dan masyarakat umum.

Dengan pemateri Drs. Wahyu Didjaya M.Si Kaban kesbangpol Kab.Garut dan Agus SE Praktisi Ekonomi Garut.

Dalam pemaparannya praktisi Ekonomi Garut Agus SE mengatakan, Tumbuhnya faham radikal di Kab. Garut diawali oleh faham takfiriyah yaitu pelabelan terhadap kelompok yang tidak sepaham dengan mereka.

“Faham radikal akan tumbuh kembang di daerah yang ekonominya kurang. Karena secara pisikologis masyarakat yang memiliki pemahaman lemah agama dapat direkrut melalui pendekatan ekonomi seperti pemberian bantuan hutang atau bisnis bersama dikalangan pelaku teror,” ucapnya.

Pemerintah daerah bekerjasama dengan steak holder terkait, akan melakukan upaya penguatan ekonomi masyarakat terutama UKM, peternakan, pertanian dengan pendampingan tim ahli di bidangnya. Karena dengan penguatan ekonomi lokal yang diselenggarakan pemerintah dapat menjadi penangkal masuknya faham radikal.

“Salah satunya dengan pemberian bantuan dana desa kepada masyarakat desa guna mempercepat pembangunan di desa juga dalam upaya pembangungnan mentalitas anti terhadap faham radikal,” tutup Agus dalam pemaparannya.

Kesimpulan dari dialog interaktif itu adalah bahwa kesadaran masyarakat harus di tingkatkan demi meningkatnya juga tingkat kewaspadaan masyarakat dalam menangkal paham radikalisme dan terorisme yang dapat mudah masuk pada ranah ekonomi lokal dengan cara melemahkan keterampilan usaha usaha masyarakat dipedesaan.

Agar masyarakat tidak mudah terpengaruhi dan tidak terprofokasi, masyarakat di pedesaan harus meningkatkan ekonomi lokal dengan mengelola potensi kekayaan alam maupun buah tangan di daerah masing masing agar tidak memberikan ruang masuk pada orang orang yang ingin mendoktrin paham radikalisme dan teroris ketika ekonomi lokal kita kuat. Prosesi kegiatan diawali dengan pemaparan dan diakhiri dengan tanya jawab.(Tim)

BAGIKAN