Pabrik Pakan Ternak, Disegel Satpol PP Kab Garut

406

GARUT, (KF).- Tim Gabungan yang terdiri dari Satpol PP dibantu TNI dan Polri serta Forkopim Kec Garut Kota. Melakukan Penyegelan pabrik PT Afta Arafah pengoperasian pabrik pengolahan bulu ayam yang dijadikan bahan pakan ternak, di Jalan Copong, kampung Bojong Larang Kel Sukamantri Kec Garut Kota, Kamis(30/03/2017).

Penutupan ini sesuai dalam aturan Perda Nomor 12 tahun 2016 ada pasal tentang retrubusi perizinan tertentu pasal 4 ayat 1 dan 2,”Setiap perusahaan harus memiliki legalitas ijin operasional dalam artian izin gangguan, ” kata Kepala Bidang Penegakan Peraturan Daerah pada Satpol PP Garut, Frederico Fernandes.

Petugas satpol pp saat lakukan penggembokan

Dikatakannya, selain tidak mengantongi izin operasional, perusahaan tersebut juga tidak mengantongi izin gangguan, PT ini hanya memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) saja, sedangkan perizinan lainnya sudah habis sejak tahun 2014 lalu.
” Kami melakukan sesuai dengan SOP Penegakan Perda dengan melayangkan surat teguran pertama, kedua kali sampai kita melakukan surat peringatan terakhir bahwa perusahaan tersebut belum memiliki legalitas. Namun tidak pernah didengar, sehingga pihak Satpol PP memutuskan untuk melakukan penyegelan untuk sementara sampai beres perijinannya,”jelasnya.

Sementara itu, Hendra sebagai pengelola pabrik PT Afta Arafah menuturkan, kami mempekerjakan masyarakat sekitar,” saat ini jumlahnya mencapai 180 orang tenaga kerja dari wilayah yang langsung berdekatan dengan pabrik. Bahkan ada juga para korban banjir bandang yang ikut bekerja, adanya pabrik pakan ternak ini, ikut membantu masyarakat sekitar untuk meningkatkan perekonomian,” ungkapnya.

Hendra pun menjelaskan, dengan disegelnya pabrik pekan ternak, secara otomatis seluruh pekerja untuk sementara waktu dirumahkan terlebih dahulu, sampai proses perizinan ditempuh.
” Ya, secara otomatis seluruh kegiatan dihentikan dan seluruh pekerja dirumahkan. Terus bagaimana dengan nasib para penghasilan para pekerja ini. Selain itu kami, akan ikut yang diberlakukan Pemda Garut, dalam menempuh perijinan” katanya.( J Wan/ dra R)

BAGIKAN