Sebanyak 121 Rumah Tapak Pembangunannya Akan Dimulai Pekan Ini

161
Wakil Bupati Garut Dr. Helmi Budiman bersama Dirut Rumah Zakat Nur Efendi Saat peletakan batu pertama Pembangunan Rumah Tapak.

KF.- Pasca Banjir bandang yang tengah meluluh lantakkan beberapa wilayah di kabupaten Garut, Jawa Barat. Sebanyak 121 Rumah tapak Pembangunan akan dimulai pekan ini. Secara simbolis peletakan batu pertama ini secara langsung oleh Wakil Bupati Garut Dr. Helmi Budiman bersama Dirut Rumah Zakat Nur Efendi, Rabu(2/11/2016) Siang.

Rumah tersebut dibangun dari dana Non Anggara pemerintah. kurang lebih sepuluh Lembaga sosial yang berempati pada warga yang terkenal dampak akibat banjir bandang sungai Cimanuk Bulan September Lalu. Hal tersebut diwujudkan dalam bentuk pembangunan rumah tapak yang akan diberikan secara gratis.

Berdasarkan pantauan”KF” dilapangan bantuan bagi korban banjir bandang hingga sampai saat ini terus mengalir dari berbagai pihak, baik logistik atau Sembako. Namun bantuan besar dalam bentuk pembangunan rumah bagi korban bencana kinipun terus meluas. Seperti bantuan yang diberikan Rumah Zakat yang turut membangun sepuluh Unit rumah diwilayah kampung Penanggungan, Desa Lengkongjaya, Kecamatan Karangpawitan Garut.
 
Satu unit rumah hasil sumbangan para donatur ini bernilai 72 Juta rupiah, yang nantinya akan diberikan secara cuma-cuma pada warga korban akibat banjir bandang yang kini sudah tidak memiliki rumah, juga diprioritaskan bagi korban yang anggota keluarganya meninggal dunia.

Dirut Rumah Zakat, Nur Efendi saat dijumpai Wartawan mengatakan, “sementara kita berikan 10 unit 1 unitnya sebesar 72 juta, jadi nilai totalnya 700 jutaan, sumber dana dari donatur perseorangan, CSR , yang bersedia membantu korban bencana dengan pembangunan di Garut,” Katanya.

Ditempat yang sama, Dr. Helmi Budiman memaparkan, “sumbangan rumah jazat , qatar charity, 121 unit ini sekitar dari 10 pihak yang membantu termasuk rumah zakat, masih banyak dibutuhkan 472 kemudian sekarang baru 121, diluar rumah susun, dari pemerintah  pusat kami dapatkan rumah susun, rumah tapak juga diberi, dari kabupaten menganggarkan 3-5 M untuk rumah tapak,” Paparnya.

Sementara dari jumlah warga yang kini mengungsi sebanyak 1.100 Orang hampir sekitar 775 Kepala keluarga yang membutuhkan relokasi Rumah baru.Dengan rincian 472 Kepala keluarga akan dibangunkan rumah tapak dari anggaran Pemerintah dan Donatur, juga sebanyak 303 KK akan menempati Rumah susun sewa atau Rusunawa yang pembangunannya dilakukan oleh pemerinta pusat melalui kementerian PU, juga Pemerintah Daerah Kabupaten Garut sendiri menganggarkan sekitar 3 sampai 5 Miliyar Untuk Pembangunan Rumah Tapak, Pungkasnya. (dra R)

 

BAGIKAN