Sebelum Terbit IMB,  Pengembang Perumahan Harus Miliki Rekom Dari Unit Diyaksa Lantas

273

Koran-Fakta.com, (KF) – Unit Dikayasa adalah unsur pelaksana tugas pokok yang berada dibawah Kasat Lantas yang bertugas melakukan pembinaan partisipasi masyarakat dan Dikmas Lantas.

“Adapun tugas fungsi kami diantaranya melaksanakan pembinaan partisipasi masyarakat melalui kerjasama lintas sektoral, melaksanakan pendidikan masyarakat dibidang lalu lintas serta melaksanakan pengkajian dan rekayasa terhadap permasalahan lalu lintas, ” ungkap Kanit Diyaksa Lantas Polresta Tasikmalaya, Ipda Pol Soni, saat bincang bincang dengan koran-fakta.com diruang kerjanya, Senin (30/9/2019) siang tadi.

Menurut IPDA Soni , selain itu tugas dan funfsi Unit Diyaksa, juga memberikan pembinaan dan penyuluhan terhadap pelajar, masyarakat, sekolah serta kelompok masyarakat yang tergabung dalam suatu organisasi tentang lalu lintas.

Termasuk didalam hal koordinasi dengan instansi atau dinas dinas terkait tentang permasalahan didalam mengeluarkan rekomendasi untuk proses perijinan sebuah bangunan atau perumahan.

Seperti halnya dalam kententuan sebuah perijinan dalam mendirikan atau membangun sebuah perumahan atau real estate. Keberadaan Unit Dikyasa Lantas keberadaannya sangat diperlukan untuk meneliti dan mengkaji amdal lalin.

“Jika ada pengusaha pengembang perumahan atau real estate, salah satu diterbitkannya sebuah Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) harus memiliki rekomendasi amdal lalin dari unit Diyaksa Lantas selain rekomendasi dari dinas perhubungan, ” terang

Namun demikian, dirinya mengakui terkadang jarang sekali pihak Unit Diyaksa Lantas dilibatkan dalam rapat rapat pembahasan di instansi terkait. Padahal tufoksi Unit Diyaksa sudah jelas diantaranya sebelum menerbitkan IMB bagi pengusaha pengembang perumahan, rekomendasi amdal lalin dari unit Diyaksa Lantas dapat dijadikan dasar untuk penerbitan IMB.

“Biasanya kita bersama tim terlebih dahulu survey ke lokasi bersama tim amdal lalin dari Dishub. Setelah kita kaji dan telaah dan peruntukannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku, rekomendasi dari kita pasti kita bantu. Karena kita pun harus menkaji apakah sepuluh tahun kedepan, rekayasa lalin akan menimbulkan dampak atau tidak, ” punkasnya. (Tono Efendi)

Editor : J wan

BAGIKAN