Sejumlah Musisi, Manfaatkan Media Sosial Guna Menyalurkan Syahwat Bermusiknya

66
Ket Foto : Saat musisi lokal tengah manggung disalah satu resto (caffe) diwilayah Garut. (Foto oleh : IR)

Koran-Fakta.com (KF).- Ditengah redupnya blantika musik bergenre rock ditanah air saat ini, karena tergilas oleh generasi milenial, namun tidak menyurutkan langkah para musisi lokal yang masih memiliki idealisme untuk terus berkarya.

Untuk mengekspresikan kerinduan bermusiknya, ditengah pandemi Covid 19 ini yang telah mempersempit ruang gerak para musisi lokal yang biasa unjuk kabisa didepan khalayak publik secara konvensional dipanggung terbuka,kini harus tampil didunia maya berbasis digitalisasi teknologi.

Sejumlah akun media sosial, mulai Facebook hingga WhatsAap menjadi sasaran empuk untuk menyalurkan syahwat bermusiknya para musisi.

“Kami memafaatkan transformasi tehnologi khususnya media sosial untuk menyalurkan dan mengekspresikan potensi bermusik kami khususnya di jalur rock klasik hingga musik kontemporer,yang bisa dilakukan dimana saja,baik dalam suasana studio maupun di cafe cafe dengan audiens terbatas,” ujar Tedi Mustari salah seorang musisi legend Garut pemilik Studio Musik “Flower”,Sabtu (7/11/2020).

Tedi memiliki harapan dan keinginan untuk mempersatukan seluruh musisi lokal Garut yang masih aktif yang terhimpun dalam wadah komunitas baik Indonesia Rock Club (IRC) maupun Musisi Legend Garut untuk bersama sama bangkit dan berkarya meramaikan khasanah blantika musik lokal Garut yang sempat berjaya di era tahun 90 an.

“ Meski dalam kondisi pandemi covid 19,namun alhamdullilah musisi Garut era 90 an yang tergabung dalam sejumlah grup musik sebut saja, Kalimanjaro, MR MZ, Ratax, Removal, Alphabet hingga era generasi selanjutnya seperti Black Lion dan VTC serta sejumlah grup musik rock lainnya masih menunjukan eksistensinya tetap berkarya meramaikan blantika musik lokal Garut,” pungkasnya. (IR)***

Editor : Indra R

BAGIKAN