Sejumlah Pelajar Nekat Naik Diatas Atap Mobil Angkutan, Untuk Pergi Kesekolah

98
Ket foto: sejumlah pelajar saat berada di atas atap kendaraan angkutan

Wartan : Tim KF

GARUT, (KF).- Sejumlah pelajar di Garut, Jawa Barat, nekat naik di atap mobil angkutan pedesaan untuk pergi ke sekolah. Hal ini sudah menjadi tradisi negatif yang terjadi di sejumlah daerah di Garut.

Kegiatan ini salah satunya terjadi di wilayah Kecamatan Samarang. Setiap harinya masyarakat sudah terbiasa menunggani mobil angkutan pedesaan untuk melakukan aktifitas. Tak terkecuali para pelajar.

Setiap pagi, para pelajar yang didominasi siswa sekolah menengah pertama (SMP) ini berbondong-bondong menaiki angkutan pedesaan untuk pergi ke sekolah. Jika tidak kebagian tempat duduk, mereka justru malah nekat memanjat mobil dan duduk di bagian atap.

Beragam alasan dilontarkan para pelajar yang didominasi siswa SMP ini. Salah satunya Ujang Rohman (13), pelajar kelas dua di salah satu SMP di wilayah Kecamatan Samarang ini mengaku sering kali menunggangi angkutan pedesaan di bagian atap karena lebih mudah untuk turun.

“Kan tinggal loncat kalau turun, kalau di dalam, suka desak-desakan,” ungkap Ujang di Jalan Raya Samarang-Kamojang, Kecamatan Samarang, Garut, Rabu (25/10) siang.

Hal berbeda diungkapkan penumpang lainnya Raka (14). Raka memiliki alasan lain dirinya nekat duduk di bagian atap mobil.

“Ada perempuan di dalam (angkutan pedesaan). Kalau mereka gak kebagian masa harus nangkel (bergelantungan),” katanya.

Berdasarkan pantauan wartawan dilapangan, Jum’at (27/10) Pagi. Mereka para pelajar, Tak hanya saat berangkat sekolah, para pelajar ini juga sering naik di atap mobil angkutan pedesaan saat hendak pulang ke rumah saat selesai sekolah.

Selain duduk di bagian atap mobil angkutan pedesaan, para pelajar ini juga nangkel (bergelantung) di bagian belakang mobil. Mereka menumpang di angkutan pedesaan dengan posisi berdiri dan berpegangan ke kursi penumpang tanpa alat pengaman.

Editor : Van’s

BAGIKAN